BPBD Lumajang Perpanjang Masa Tanggap Darurat di Gunung Semeru

Avirista Midaada, Okezone · Senin 14 Desember 2020 15:38 WIB
https: img.okezone.com content 2020 12 14 519 2327426 bpbd-lumajang-perpanjang-masa-tanggap-darurat-di-gunung-semeru-TjXSWveAod.jpg Gunung Semeru (Foto: BPBD Lumajang)

LUMAJANG - Aktivitas vulkanik Gunung Semeru yang belum stabil membuat Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Lumajang, Jawa Timur memutuskan memperpanjang masa tanggap darurat bencana. Hal ini juga berdasarkan rapat koordinasi sejumlah instansi termasuk di antaranya PVMBG.

Kepala Subbidang Mitigasi Gunung Api Wilayah Barat, PVMBG, Nia Haerani menyebut status Gunung Semeru yang berada di waspada level 2 telah diperpanjang hingga tujuh hari ke depan.

"Status tingkat aktivitas gunung api tetap waspada ya. Mungkin diperpanjang, kemarin kan ada tim tanggap darurat PVMBG sudah dua Minggu, mereka kembali ke Bandung. Diganti sama tim tanggap darurat yang baru. Jadi kalau tingkat aktivitas tetap, waspada level dua," tutur Nia Haerani saat dihubungi okezone, pada Senin (14/12/2020).

Baca Juga:  Banjir Lahar Dingin Gunung Semeru Malah Dimanfaatkan Warga untuk Menambang Pasir

Sementara itu Kabid Penanggulangan Bencana dan Logistik Kabupaten Lumajang Wawan Hadi mengungkapkan, pihaknya telah memperpanjang status tanggap darurat bencana di Gunung Semeru. "Sudah kita perpanjang 7 hari ke depan, sampai tanggal 21 Desember 2020," jawab Wawan.

Penambahan masa tanggap bencana di Gunung Semeru sendiri berdasarkan pertimbangan laporan yang dikeluarkan PVMBG selaku pihak yang mempunyai wewenang mengenai aktivitas gunung berapian.

"Ya cuma rekomendasi itu dari PVMBG. Yang punya ranah pengamatan di gunung yg punya ilmunya di situ. Dari pertimbangan dan laporan PVMBG itu update status setiap harinya terus kita lihat, bahaya sekunder setiap harinya kemungkinan besar diperpanjang," terang Wawan.

Selama penambahan masa tanggap darurat bencana ini nantinya disebut Wawan, posko pengungsian dan dapur umum tetap akan terus disiapkan oleh BPBD serta Dinas Sosial (Dinsos) Kabupaten Lumajang. "Ya makanya antisipasi kita tim masih tetap siaga, pengungsian masih tetap kita siapkan kita sediakan, tim juga masih stand by memantau di setiap titik - titik aliran lahar dingin. Kalau memang turun, kita langsung himbau warga untuk mengungsi," tukasnya.

Baca Juga:  Curah Hujan di Gunung Semeru Tinggi, Waspada Bahaya Lahar Dingin

Sebagai informasi, status masa tanggap darurat bencana telah ditetapkan sejak 1 Desember 2020. Saat itu aktivitas vulkanik Gunung Semeru mengeluarkan awan panas guguran dengan jarak 11 kilometer. Semenjak kejadian itu, Gunung Semeru relatif beraktivitas fluktuatif.

Pada Minggu siang kemarin misalnya, Gunung Semeru menyemburkan awan panas guguran sejauh 3,5 kilometer dan lava pijar yang tampak dari pos pengamatan Gunung Semeru di Gunung Sawur.

(Ari)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini