Banjir Lahar Dingin Gunung Semeru Malah Dimanfaatkan Warga untuk Menambang Pasir

Avirista Midaada, Okezone · Senin 14 Desember 2020 12:25 WIB
https: img.okezone.com content 2020 12 14 519 2327230 banjir-lahar-dingin-gunung-semeru-malah-dimanfaatkan-warga-untuk-menambang-pasir-WxSIbfdJIS.jpg Banjir Lahar dingin di Gunung Semeru (Foto: BPBD Lumajang)

LUMAJANG - Meski bahaya lahar dingin Gunung Semeru masih mengancam sejumlah penambang pasir dan warga masih nekat mendekati aliran sungai yang berhulu di gunung tertinggi di Pulau Jawa ini.

Bahkan petugas gabungan sempat memperingatkan dengan keras mereka yang masih asyik menambang pasir dan berfoto di aliran sungai yang dipenuhi material vulkanik Gunung Semeru.

Kabid Penanggulangan Bencana dan Logistik Kabupaten Lumajang Wawan Hadi menuturkan cerita bagaimana susahnya memperingatkan penambang pasir untuk menghentikan aktivitasnya di sepanjang sungai yang berhulu di Gunung Semeru.

"Penambang (pasir) ini sudah kita himbau, kita sosialisasi kita beri rambu - rambu dilarang menambang, karena Semeru ini masih fluktuatif dan hujan, tapi mereka angel tuturane (susah diingatkan), " keluh Wawan saat dihubungi okezone, Senin pagi (14/12/2020).

Bahkan Wawan menyebut, ada sejumlah penambang yang nyaris terseret banjir lahar dingin material Gunung Semeru pada Minggu sore kemarin. Beruntung pengemudi truk pasir yang berada di Sungai Gondeli bisa menyelamatkan diri. "Untungnya driver truknya selamat, tapi truknya terseret kena," ucapnya.

Baca Juga: Curah Hujan di Gunung Semeru Tinggi, Waspada Bahaya Lahar Dingin

Wawan dan rekan - rekannya bukannya tak mengingatkan, berulang kali himbauan dan rambu telah disampaikan di lapangan. Namun para penambang ini disebutnya sangat sulit dilarang.

"Kita tiap hari memperingatkan dari desa dari aparat kita beri papan peringatan. Cuma ya mereka lebih mementingkan duit daripada nyawa," tuturnya.

Lain penambang pasir lain pula warga yang nekat berfoto di tumpukan material vulkanik Gunung Semeru. Pihak BPBD bersama sejumlah tim gabungan bahkan sudah berulang kali meminta warga menjauhi sungai yang dijadikan aliran lahar dingin, namun mereka tetap nekat turun ke sungai berfoto.

"Ya banyak (warga yang foto - foto), padahal sudah kita beri pengaman, kita beri line BNPB, itu tetap diterobos. Nggak ngefek, angel tenan (susah sekali), sekarang aparat harus bertindak tegas, bukan kereng lo ya," paparnya.

"Untuk menyelamatkan nyawa orang. Makanya hati-hati bahaya sekunder juga bagi warga yang ada di bantaran sungai jangan mendekati dulu lah," tandasnya.

(kha)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini