ICC Tolak Selidiki China Terkait Pengaduan Genosida Uighur

Selasa 15 Desember 2020 12:24 WIB
https: img.okezone.com content 2020 12 15 18 2327929 icc-tolak-selidiki-china-terkait-pengaduan-genosida-uighur-4obi9m9Sld.jpg Lebih dari 1 juta etnis Uighur dilaporkan ditahan di kamp pendidikan ulang di Xinjiang, China. (Foto: Human Rights Watch)

DEN HAAG - Jaksa Pengadilan Kriminal Internasional (International Criminal Court/ICC) telah menolak permintaan dari orang-orang Uighur yang diasingkan untuk menyelidiki China atas dugaan genosida dan kejahatan terhadap kemanusiaan.

Pada Juli, orang-orang Uighur menyerahkan dokumen besar bukti ke pengadilan, menuduh China memenjarakan lebih dari satu juta etnis Uighur dan sebagian besar minoritas Muslim lainnya di kamp-kamp pendidikan ulang. Beijing juga dituding melakukan sterilisasi paksa terhadap para wanita Uighur.

BACA JUGA: Mantan Penghuni Kamp Xinjiang: Muslim Uighur Dipaksa Makan Daging Babi Setiap Jumat

Namun, dalam sebuah laporan pada Senin (14/12/2020), kantor Jaksa Penuntut ICC, Fatou Bensouda mengatakan bahwa mereka tidak dapat melakukan apapun karena tindakan yang dituduhkan itu terjadi di China, yang bukan negara penanda tangan ICC, pengadilan berbasis di Den Haag.

"Prasyarat untuk pelaksanaan yurisdiksi teritorial pengadilan ini tampaknya tidak dipenuhi sehubungan dengan sebagian besar kejahatan yang dituduhkan," kata kantor Bensouda dalam laporan tahunannya sebagaimana dilansir Al Jazeera.

Laporan itu juga mencatat bahwa tidak ada dasar untuk melanjutkan penyelidikan saat ini terkait klaim terpisah tentang deportasi paksa warga Uighur kembali ke China dari Tajikistan dan Kamboja.

BACA JUGA: Pakar dan Aktivis HAM Desak PBB akui "Genosida Uighur" di China

Orang Uighur berpendapat bahwa meskipun tuduhan deportasi tidak terjadi di wilayah China, ICC dapat bertindak karena terjadi di wilayah Tajik dan Kamboja dan keduanya adalah anggota ICC. Pengacara untuk Uighur sekarang telah meminta pengadilan untuk mempertimbangkan kembali "berdasarkan fakta atau bukti baru", demikian dilaporkan jaksa ICC.

ICC tidak berkewajiban untuk mempertimbangkan pengaduan yang diajukan kepada jaksa penuntut, yang dapat memutuskan secara independen kasus apa yang akan diajukan kepada hakim di pengadilan, yang dibentuk pada tahun 2002 itu untuk mencapai keadilan bagi kejahatan terburuk di dunia.

(Bernadus Melkianus Danomira)

(dka)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini