Pemburu Harta Karun Tolak Beri Lokasi Koin Emas Senilai Rp26 M

Susi Susanti, Koran SI · Rabu 16 Desember 2020 13:13 WIB
https: img.okezone.com content 2020 12 16 18 2328656 pemburu-harta-karun-tolak-beri-lokasi-koin-emas-senilai-rp26-m-EFdCj9spdY.jpg Foto: Shutterstock

AMERIKA SERIKAT - Pemburu harta karun yang dipenjara selama 5 tahun menolak memberikan lokasi koin emas senilai 1,4 juta poundsterling (Rp26 miliar).

Pencari harta karun di lautan Tommy Thompson menegaskan dirinya tidak benar-benar ingat di mana dia menemukan 500 koin yang telah lama hilang.

Namun pemerintah Amerika Serikat (AS) meyakini dirinya tahu tempat tersebut. Thompson pun harus meringkuk di penjara selama lima tahun.

Adapun batas penahanan 18 bulan telah diabaikan karena dia menolak menyerahkan lokasi hartanya.

Koin emas ini diketahui berada di kapal S.S Central America yang tenggelam di Carolina Selatan dengan ribuan pon emas pada 1857.

Thompson menemukan bangkai kapal itu pada 1988 dan juga menemukan emasnya.

CBS melaporkan penemuan bangkai kapal menyebabkan kepanikan ekonomi. Pemerintah AS memperkirakan harta karun yang telah lama hilang itu bernilai antara USD2 – USD4 juta (Rp28 miliar – Rp56 miliar).

(Baca juga: Orangtua Lalai Merokok dan Tertidur Picu Kebakaran dan Empat Anak Tewas)

Masalah hukum Thompson berasal dari gugatan sekitar 161 investor yang membayar USD12,7 juta (Rp179 miliar) untuk menemukan bangkai kapal itu. Namun tidak pernah melihat hasil apapun dan menggugatnya.

Pada 2012, seorang hakim federal memerintahkan Thompson untuk hadir di pengadilan untuk mengungkapkan keberadaan koin tersebut.

Tetapi pemburu harta karun itu melarikan diri ke Florida dan tinggal bersama teman wanita lamanya di sebuah hotel.

Keberadaannya sempat dilacak marsekal AS dan ditangkap pada 2015. Dia mengaku bersalah atas ketidakhadirannya di pengadilan dan dijatuhi hukuman dua tahun penjara.

Dirinya juga diharuskan membayar denda sebesar USD250.000 (Rp3,5 miliar). Hukumannya sempat ditunda sampai keberadaan koin tersebut diselesaikan.

Namun Thompson menolak mengungkapkan di mana hasil tangkapan itu ditemukan beberapa kali. Pada akhirnya pada 2015 seorang hakim mendakwanya menghina pengadilan dan memerintahkan dia untuk tetap di penjara. Lalu membayar denda USD1.000 (Rp14 juta) per hari, sampai dia menyerahkan koin tersebut.

Di sidang terakhirnya, Thompson tetap bersikukuh mengatakan dirinya tidak mengetahui di mana letak koin itu.

(sst)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini