Buntut Demo Anarkis Buruh, Perusahaan Tambang China Rugi Rp200 M

iNews TV, MNC Media · Rabu 16 Desember 2020 11:29 WIB
https: img.okezone.com content 2020 12 16 340 2328581 buntut-demo-anarkis-buruh-perusahaan-tambang-china-rugi-rp200-m-U36WeDPl48.jpg Demo anarkis buruh di Konawe rugikan perusahaan China. Foto: iNews TV

KONAWE - PT Virtue Dragon Nickel Industry (VDNI) menderita kerugian sebesar Rp200 miliar akibat aksi demo anarkis buruh di Morosi, Konawe, Sulawesi Tenggara. Kerugian diakibatkan pembakaran puluhan dump truck, kendaraan alat berat dan beberapa mesin smelter yang juga ikut dirusak buruh saat berdemo.

(Baca juga: Tragedi 75 Tahun Bumi Hangus Serdadu Inggris di Tanah Bekasi)

Hal itu disampaikan Deputi Site Manager PT VDNI Mr Yinn usai melakukan pertemuan dengan pihak Pemda dan aparat keamanan, Selasa (15/12/2020). “Besar kemungkinan kerugian sekitar Rp200 miliar. Kerusakan diantaranya ada eksavator, loader, dump truk 10 roda dan 12 roda serta beberapa mesin di pabrik smelter,” kata dia.

Yinn juga menyebutkan, saat ini aktivitas di perusahaan VDNI diliburkan sementara waktu hingga pembenahan sejumlah fasilitas dapat selesai.

Sebelumnya ratusan buruh di kawasan industri pertambangan nikel milik PMA China ini berdemonstrasi menuntut kenaikan gaji dan penetapan karyawan tetap di perusahaan. Aksi demonstrasi tersebut berujung bentrok dan aksi pembakaran puluhan kendaraan dan alat berat milik perusahaan .

(Baca juga: Haikal Hassan Dilaporkan ke Polisi Atas Pernyataannya Bertemu Rasulullah)

PT VDNI merupakan salah satu pemegang izin usaha pertambangan nikel. Perusahaan ini berinvestasi USD1,4 miliar atau sekitar Rp19,6 triliun. Investasi diwujudkan dalam bentuk pabrik dengan 15 tungku berteknologi RKEF. Perusahaan PMA China ini merupakan anak perusahaan De Long Nickel Co Ltd yang berasal dari Jiangsu, China.

(don)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini