Tambah Biaya Cukur Bagi Anak-anak Berkebutuhan Khusus, Salon Rambut Ini Diprotes

Susi Susanti, Koran SI · Jum'at 18 Desember 2020 05:30 WIB
https: img.okezone.com content 2020 12 17 18 2329532 tambah-biaya-cukur-bagi-anak-anak-berkebutuhan-khusus-salon-rambut-ini-diprotes-LAUuGrUlX6.jpg Foto: Facebook

INGGRIS - Salon rambut terpaksa ditutup setelah memicu kemarahan para orang tua.

Salon rambut ini mengeluarkan iklan yang akan mengenakan biaya tambahan sebesar 5 poundsterling (Rp95.000) untuk anak-anak dengan kebutuhan khusus.

PJ’s Hairdressing Group diketahui membuka salon Krazy Kids di Puxton Park, atraksi keluarga yang populer di dekat Weston-super-Mare di Somerset. Krazy Kids dibuka di Puxton Park pada 7 Desember lalu. Namun sepertinya salon ini tidak berumur panjang.

“Jika anak Anda memiliki kebutuhan khusus atau kebutuhan tambahan, harap pesan waktu tambahan agar kami dapat memberikan perhatian penuh kami kepada anak Anda,” bunyi iklan itu.

Iklan itu mengatakan akan ada biaya tambahan sebesar 5 poundsterling (Rp95.000) bagi anak-anak berkebutuhan khusus yang memotong rambut di sana.

Setelah serangkaian keluhan dari para orang tua, salon itu pun ditutup.

Jess Walker, dari North Somerset yang memiliki anak dengan autisme sangat marah dan kesal dengan iklan itu.

“Saya menelepon minggu lalu dan menanyakan tentang janji,” terangnya kepada BBC.

(Baca juga: Viral, Kucing Berduet Jazz dengan Musisi Rusia)

Wanita itu menjelaskan pihak salon mengatakan mengenakan biaya potong rambut sebesar 14 poundsterling (Rp268.000). Tetapi mungkin ada biaya tambahan sebesar 5 poundsterling (Rp95.000) jika butuh waktu lebih lama karena kondisi anaknya.

“Itu membuat saya sangat marah dan kesal karena anak saya tumbuh di dunia di mana kebutuhan khususnya masih dipandang sebagai penghalang dan sesuatu untuk dieksploitasi,” terangnya.

Sementara Kepala kebijakan dan penelitian di Disability Rights Inggris Fazilet Hadi, mengatakan Undang-undang Kesetaraan secara eksplisit menyatakan penyesuaian yang wajar harus dibuat oleh bisnis untuk penyandang disabilitas.

“Ini juga akan berlaku untuk waktu tambahan yang dibutuhkan sebagai adaptasi bagi orang cacat,” ujarnya.

Terkait hal ini, Direktur penata rambut Krazy Kids, Lizzy Tucker mengatakan biaya tambahan bagi anak-anak kebutuhan khusus hanya sebagai kesalahpahaman.

“Kami takut dengan reaksi akhir pekan ini,” ujarnya.

“Tidak pernah menjadi niat atau kebijakan kami untuk menuntut mereka yang membutuhkan bantuan khusus,” jelasnya.

“Melalui pemesanan online di situs web kami, waktu tambahan dapat diminta jika diperlukan, namun hal ini tidak dikenakan biaya bagi mereka yang berkebutuhan khusus,” terangnya.

“Sebuah kesalahpahaman sebagai akibat dari selebaran dengan kata-kata yang buruk telah meningkat menjadi badai media sosial yang mengarah pada diskusi dan keputusan saya untuk menutup bisnis saya dari Puxton Park,” tambahnya.

Pihak Puxton Park bersikeras meskipun salon itu terletak di wilayah mereka, mereka tidak memiliki suara dalam penetapan harga yang diiklankan.

“Kami dengan hormat meminta jika Anda memiliki komentar, pertanyaan, atau kekhawatiran tentang Tata Rambut Krazy Kids dari PJ, agar Anda mengarahkan mereka ke PJ’s Hairdressing Group dan bukan Puxton Park, terang sebuah pernyataan di Facebook.

“Puxton Park tidak memiliki masukan apa pun tentang struktur harga atau materi pemasaran yang dirilis oleh perusahaan ini,” terangnya.

“Namun, karena bisnis ini berada di lokasi kami, kami mohon maaf atas gangguan yang disebabkan dan telah segera menjadi perhatian pemilik bisnis untuk diperbaiki,” tambahnya.

(sst)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini