Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Kasus Covid-19 Melonjak, Ketersediaan Alat PCR-kit di Kota Bekasi Menipis

Wisnu Yusep , Jurnalis-Minggu, 20 Desember 2020 |14:21 WIB
Kasus Covid-19 Melonjak, Ketersediaan Alat PCR-kit di Kota Bekasi Menipis
Foto: Illustrasi Shutterstock
A
A
A

BEKASI - Ketersediaan alat tes PCR-kit mulai menipis di tengah melonjaknya kasus virus corona atau Covid-19 di Kota Bekasi. Saat ini, sisa alat PCR-kit yang dimiliki Pemerintah Kota Bekasi hanya sekitar 30.000 kit.

Baca juga:  Sama-Sama Deteksi Covid-19, Ini Beda Tes Antigen dan PCR

Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinas Kesehatan Kota Bekasi, Dezy Syukrawati mengatakan, ketersediaan alat PCR-Kit itu hanya bisa digunakan hingga Maret 2020.

 Baca juga: Limbah Medis Bekas Penanganan Covid-19 yang Dibuang Sebanyak 3 Karung 

Melihat perkembangan laju kasus yang semakin masif dari hari ke hari, Dezy pun pesimis alat tersebut bisa tersedia hingga tiga bulan ke depan.

"Ini yang harus kita waspadai, 30.000 alat itu gak akan sampai Maret kalau bertambah terus jumlah tracingnya," jelas Dezy kepada wartawan, Minggu (20/12/2020).

Untuk itu, pinta Dezy, warga Kota Bekasi harus menyadari bahwa Covid-19 masih ada. Apalagi, menjelang libur akhir tahun dikhawatirkan akan terjadi pergerakan massa dari satu tempat ke tempat lain secara bersamaan.

"Kota Bekasi kasus masih tinggi, yang diharapkan kesadaran dari warga Kota Bekasi, sulit kalau mengandalkan petugas saja. Itu yang kita harapkan," bebernya.

 

Diketahui, berdasarkan data dari Pemkot Bekasi, saat ini angka positivity rate di Kota Bekasi mencapai 14,57% pada pekan kedua Desember 2020. Jumlah itu didapat dari 5.778 sampel dengan angka positif sebanyak 842 kasus.

Angka kasus positif itu terus berfluktuasi sejak pekan pertama November. Jumlah kasus positif yang mencolok terjadi pada pekan keempat November dan awal Desember.

Data itu juga menunjukkan, pada pekan terakhir November ada 7.353 sampel yang dihimpun oleh Satgas Covid-19 Kota Bekasi, hasilnya ada 903 kasus yang positif.

Selanjutnya, satu pekan setelahnya, Pemkot Bekasi menambah jumlah sampel yang dites menjadi sebanyak 7.899 sampel, hasilnya ada 1.102 yang positif.

"Positif rate kita masih berfluktuasi, tiap pekan beda-beda. Tapi kita sudah jalankan sampel per pekan itu di atas standar WHO yakni satu persen dari jumlah penduduk, kita sudah tes lebih dari itu," ujar Dezy.

Adapun, dari Maret hingga 16 Desember 2020, Pemerintah Kota Bekasi sudah menggunakan 99.962 PCR-kit termasuk untuk pengulangan swab pada pasien positif. Dengan jumlah PCR-kit yang terpakai itu, hasilnya ada 19.261 sampel yang positif.

(Awaludin)

News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement