Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Lebih dari 40 Negara Larang Penerbangan dari Inggris Lantaran Varian Baru Covid-19

Agregasi BBC Indonesia , Jurnalis-Selasa, 22 Desember 2020 |08:13 WIB
Lebih dari 40 Negara Larang Penerbangan dari Inggris Lantaran Varian Baru Covid-19
Ilustrasi (Foto : BBC / EPA)
A
A
A

Negara mana saja yang telah menerapkan larangan terbang?

Negara-negara di Asia, seperti dari India dan Iran, serta Kanada telah melarang kedatangan dari Inggris.

AS belum memberlakukan larangan penerbangan, tetapi dua maskapai penerbangan - British Airways dan Delta - hanya akan mengizinkan penumpang yang dinyatakan negatif virus corona untuk terbang ke bandara John F Kennedy di New York.

Arab Saudi, Kuwait dan Oman telah menutup perbatasan mereka sepenuhnya untuk penumpang internasional.

Selain Denmark, varian virus baru juga telah terdeteksi di Australia, Italia, dan Belanda.

Sejumlah kasus yang ditemukan di Denmark mendorong Swedia melarang kedatangan dari negara tetangganya tersebut.

Ini untuk kali pertama Swedia memberlakukan pembatasan semacam itu pada tetangganya.

"Ada risiko yang jelas bahwa orang Denmark akan tergoda pergi ke Swedia untuk berbelanja hadiah Natal," kata Menteri Dalam Negeri Mikael Damberg, menurut kantor berita AFP.

Adapun, dalam hitungan jam setelah pengumuman karantina wilayah di London dan Inggris tenggara pada hari Sabtu, Belanda mengatakan melarang semua penerbangan penumpang dari Inggris mulai hari Minggu (20/12) pukul 06:00 hingga 1 Januari.

Pemerintah Belanda mengatakan, sambil menunggu "kejelasan yang lebih pasti" tentang situasi di Inggris, "risiko lebih lanjut dari jenis virus baru yang masuk ke Belanda harus diminimalkan sebanyak mungkin".'

Negara itu pada hari Minggu melaporkan peningkatan kasus harian lebih dari 13.000 kasus - yang merupakan rekor baru peningkatan kasus harian, meskipun langkah-langkah karantina wilayah yang ketat diterapkan sejak 14 Desember.

Belgia juga melarang penerbangan dan kedatangan kereta api dari Inggris mulai Minggu (20/12).

Perdana Menteri Alexander De Croo mengatakan kepada saluran televisi Belgia, VR, larangan akan diberlakukan setidaknya selama 24 jam sebagai "tindakan pencegahan", dan menambahkan "kita akan lihat nanti jika kita membutuhkan tindakan tambahan".

Italia memblokir semua penerbangan dari Inggris hingga 6 Januari.

Kasus pertama varian baru Covid-19 dari Inggris juga telah terdeteksi di Italia, seperti dilaporkan oleh kementerian kesehatan Italia pada hari Minggu.

Saat ini, pasien tersebut sedang diisolasi di Roma.

Di Irlandia, pemerintah mengumumkan bahwa penerbangan yang tiba dari Inggris akan dilarang selama 48 jam "demi kepentingan kesehatan masyarakat, orang-orang di Inggris, apa pun kewarganegaraannya, tidak boleh melakukan perjalanan ke Irlandia, melalui udara atau laut ".

Akan tetapi, penyeberangan feri untuk barang tetap beroperasi.

Di Jerman, perintah dari kementerian transportasi mengatakan pesawat dari Inggris tidak akan diizinkan mendarat mulai Minggu, meskipun pesawat kargo menjadi pengecualian.

Menteri Kesehatan Jens Spahn mengatakan varian baru virus corona dari Inggris belum terdeteksi di Jerman.

Prancis telah menangguhkan semua perjalanan termasuk truk barang dengan Inggris selama 48 jam.

Dikatakan periode itu harus digunakan untuk memberikan tanggapan yang terkoordinasi dari negara-negara Eropa.

Ribuan truk berpindah antar negara setiap hari. Kantor Kabinet Inggris akan bertemu pada hari Senin untuk menilai dampaknya pada perdagangan.

Menanggapi larangan Prancis, Eurotunnel mengatakan akan menangguhkan akses ke terminal Folkestone di Inggris untuk lalu lintas menuju Calais di Prancis.

Orang yang telah memesan tiket untuk bepergian pada hari Senin bisa mendapatkan pengembalian uang. Akan tetapi, kereta masih akan beroperasi dari Calais ke Folkestone.

Austria juga akan menerapkan larangan penerbangan dari Inggris.

Halaman:
      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement