PENYEBARAN varian baru virus corona membuat khawatir banyak negara di dunia. Setidaknya lebih dari 40 negara memberlakukan larangan perjalanan dari Inggris.
Penerbangan dari Inggris telah dihentikan ke banyak negara di dunia termasuk Spanyol, India dan Hong Kong.
Negara-negara Uni Eropa tengah mengadakan pertemuan di Brussels untuk membicarakan langkah terkait penyebaran virus varian baru ini. Sejumlah langkah yang dikaji termasuk persyaratan tes bagi mereka yang baru tiba dari Inggris.
Adapun Swedia melarang pelancong asing dari Denmark setelah kasus varian baru virus corona ditemukan di negara itu.
Seiring dengan bertambahnya daftar negara yang memberlakukan pembatasan perjalanan di Inggris, Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) berusaha memberikan pemahaman terkait risiko varian baru virus corona.
Kepala kedaruratan kesehatan WHO Mike Ryan mengatakan varian baru suatu virus adalah bagian normal dari evolusi pandemi, dan itu tidak "di luar kendali", bertentangan dengan pernyataan Menteri Kesehatan Inggris Matt Hancock, yang menggunakan kata-kata itu pada hari Minggu.
Sebelumnya, Menteri Kesehatan Matt Hancock memperingatkan bahwa varian baru dari virus - yang mungkin hingga 70% lebih mudah menular - "semakin tidak terkendali".
Varian baru ini telah menyebar dengan cepat di kota London dan wilayah tenggara Inggris, namun pejabat kesehatan mengatakan tidak ada bukti bahwa galur baru ini lebih mematikan atau akan bereaksi berbeda terhadap vaksin.
Dalam perkembangan lain, pelancong dari Afrika Selatan juga menghadapi larangan dari beberapa negara setelah varian baru virus ditemukan.
Varian baru virus corona di Afrika Selatan, tidak terkait dengan yang ditemukan di Inggris.

Baca Juga : Beredar Isu Reshuffle, Presiden Jokowi Disarankan Libatkan KPK dalam Memilih Calon Menteri
Baca Juga : Munarman Dilaporkan ke Polda Metro Jaya, Ini Alasannya
Apa perkembangan terbaru?
Sebagian besar negara di benua Eropa telah melarang kedatangan dari Inggris dalam upaya menghentikan penyebaran varian baru virus corona.
Prancis memberlakukan larangan penumpang dan barang dari Inggris, menyebabkan gangguan di pelabuhan utama Dover di Inggris selatan.
Langkah tersebut, diumumkan pada hari Minggu, yang berarti tidak ada truk atau kapal feri yang dapat berlayar dari pelabuhan Dover, di Inggris selatan.
Prancis menyatakan tindakan itu diperlukan karena penyebaran varian baru virus corona di Inggris.
Perdana Menteri Inggris Boris Johnson mengatakan dia telah berbicara dengan Presiden Prancis Emmanuel Macron untuk membuka kembali perdagangan dan menambahkan bahwa dirinya berharap masalah itu akan selesai "secepat mungkin".
Menteri Transportasi Prancis Clément Beaune mengatakan negaranya pada Selasa (22/12) akan mengumumkan kebijakan baru yang akan menggantikan larangan sebelumnya yang berlaku selama 48 jam.
Di Brussel, para pejabat mengadakan pembicaraan untuk menemukan tanggapan terkoordinasi dari 27 anggota Uni Eropa
Belum ada keputusan dalam pertemuan itu, tapi sejumlah langkah yang dikaji termasuk persyaratan tes bagi mereka yang baru tiba dari Inggris.
Sejumlah negara Eropa lain yang menetapkan larangan penerbangan dari dan ke Inggris termasuk Jerman, Italia, Belgia, Republik Irlandia, Turki dan Kanada.