Rekayasa Lalin Tol Cipali saat Libur Nataru 2021, Kendaraan Sumbu Tiga Dialihkan

Tim Okezone, Okezone · Selasa 22 Desember 2020 06:42 WIB
https: img.okezone.com content 2020 12 22 525 2331813 rekayasa-lalin-tol-cipali-saat-libur-nataru-2021-kendaraan-sumbu-tiga-dialihkan-hcQPhpXHZi.jpg Gerbang Tol Palimanan. (Foto: Okezone.com)

CIREBON - Volume kendaraan Jalan Tol Cikopo-Palimanan (Cipali) dan Kanci-Pejagan, diprediksi meningkat tajam saat libur Natal dan Tahun Baru 2021. Untuk itu, Polresta Cirebon akan menyiapkan rekayasa lalu lintas agar tak terjadi penumpukan kendaraan. 

Kapolresta Cirebon, Kombes M Syahduddi mengatakan, jika terjadi kepadatan arus lalu lintas di Jalan Tol Cipali, khususnya yang mengarah ke Jawa Tengah, pihaknya akan mengalihkan kendaraan angkutan barang dengan kriteria tertentu agar melintas di jalur arteri. 

Pihaknya juga mendirikan pos pengamanan terpadu di Gerbang Tol Palimanan untuk mengamankan arus lalu lintas di Jalan Tol Cipali selama libur Nataru.

Berdasarkan surat edaran dari Kementerian Perhubungan, dalam hal ini Direktur Jenderal Perhubungan Darat, terdapat pembatasan angkutan barang, di hari-hari tertentu yang akan melintasi jalan tol. 

"Pertimbangannya ketika arus lalu lintas di sepanjang jalur tol Cipali mengalami kepadatan, khususnya jalur yang mengarah ke jalur Jawa Tengah saat mudik, kita akan mengalihkan kendaraan-kendaraan sumbu tiga dengan kriteria tertentu, dari jalan tol ke arteri," ujar Syahduddi kepada wartawan di Mapolresta Cirebon, Jawa Barat, Senin (21/12/2020). 

Baca juga: Aturan Rapid Test Antigen di Transportasi Selama Libur Nataru, Ini Rinciannya

Lebih lanjut, ia menjelaskan, sejumlah personel gabungan dari Polri, TNI, Dishub, Jasa Marga, dan lainnya, akan bersiaga di pos terpadu yang didirikan di Gerbang Tol Palimanan. Pos terpadu juga didirikan di rest area KM 228 A dan KM 229 B Jalan Tol Kanci-Pejagan.

Syahduddi mengaku, dua rest area tersebut menjadi salah satu fokus utama dalam pengamanan libur Nataru. Pihaknya sudah berkoordinasi dengan pengelola rest area, supaya daya tampung maksimal di rest area KM 228 A dan KM 229 B hanya 50 persen saja.

"Ketika nanti di rest area dengan mempertimbangkan penyebaran Covid-19 yang masih tinggi, maka di rest area kita kordinasikan dengan pengelola rest area, untuk daya tampung maksimalnya 50 persen dari daya tampung standarnya," ucap Syahduddi.

Dia menambahkan, pihaknya juga akan meminta pengelola rest area agar mengatur waktu istirahat para pengendara. Sehingga, penumpukan kendaraan di rest area bisa diminimalkan. 

"Kemudian kita membatasi durasi waktu yang beristirahat. Ini mengantisipasi penumpukan atau antrean, sehingga menghindari kerumunan," ucap dia.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini