Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Sepanjang Ruas Tol Cipularang Rawan Kecelakaan, Pengendara Diimbau Hati-hati

Asep Supiandi , Jurnalis-Kamis, 24 Desember 2020 |16:26 WIB
Sepanjang Ruas Tol Cipularang Rawan Kecelakaan, Pengendara Diimbau Hati-hati
Tol Cipulrang rawan kecelakaan, pengemudi diminta hati-hati.(Foto:Asep Supiandi/SINDOnews)
A
A
A

PURWAKARTA – Sepanjang ruas Tol Cipularang semuanya rawan kecelakaan. Ruas tol yang membentang mulai perbatasan Purwakarta dengan Karawang hingga Padalarang, Kabupaten Bandung Barat, memiliki intensitas kecelakaan lalu lintas yang cukup tinggi.

Peristiwa yang terjadi baik kecelakaan tunggal, tabrak belakang hingga tabrakan beruntun acapkali terjadi. Berbagai faktor menjadi penyebabnya, hingga menimbulkan korban jiwa yang tak sedikit. Hanya saja lebih didominasi akibat faktor manusia.

Kepala Indul PJR Tol Cipularang, AKP Stanly Soselisa mengingatkan, seluruh jalur Tol Cipularang rawan kecelakaan. Sehingga harus menjadi catatan bagi pengguna tol ketika melintasi jalur tol tersebut.

“Kami selalu mengantisipasi terjadi hal-hal yang diinginkan terutama dari mulai Km 100 B (dari Bandung arah Jakarta) hingga Gerbang Tol Kalitama. Juga sebaliknya di Jalur A, antara Km 97 hingga Cikamuning Km 116,” kata Stanly, Kamis (24/2020).

Baca Juga: 4 Kendaraan Terlibat Kecelakaan di Tol Cipularang, 1 Meninggal

Pernyataan Stanly sangatlah beralasan, karena untuk jalur B sebagaimana yang disebutkannya memiliki medan yang berbahaya. Misalnya antara Km 100 hingga Gerbang Tol Kalitama kondisi jalanan d beberapa titik memiliki turunan curam dan tikungan tajam. Begitu pua arah sebaliknya, kondisinya nyaris sama.

Dia pun mengimbau pengendara saat liburan Natal dan Tahun Baru (Nataru) untuk berhati-hati terhadap aquaplaning, yakni kondisi terbentuknya lapisan air antara ban mobil dengan permukaan jalan akibat sisa air hujan yang menggenang. Pasalnya, saat ini intensitas hujan saat ini cukup tinggi. “Kecepatan kendaraan harus dikurangi maksimal 80 kilometer per jam dan minimal 60 kilometer per jam,” ujar dia.

Begitu pula untuk menghindari tabrak belakang, yakni menjaga jarak aman dengan kendaraan lain yang berada di depan, antara 50-100 meter. Selain jangan membiarkan konsentrasi mengemudi terganggu dan pastikan melihat dengan jelas.

“Tentunya berdoa dan jangan memaksakan mengemudi dalam kondisi lelah atau ngantuk. Beristirahat sejenak di rest area yang ada di sepanjang Tol Cipularang,” tukasnya.

(Sazili Mustofa)

News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement