Menurut dia, meskipun kejadian tsunami di Aceh telah menyisakan kenangan buruk bagi korban dan juga masyarakat Aceh lainnya yang tidak berdampak secara langsung, namun semangat masyarakat Aceh dari tahun ke tahun semakin membaik dan mampu bangkit kembali menyongsong kehidupan yang lebih baik secara ekonomi dan sosial budaya.
Pemerintah Aceh melalui Disbudpar bersama pihak terkait setiap tahun melaksanakan kegiatan peringatan tsunami sebagai wujud refleksi dan semangat untuk membangun Aceh kembali pascabencana melalui empat filosofi yaitu refleksi, apresiasi, mitigasi dan juga promosi Aceh.
Peringatan 16 Tahun Tsunami Aceh untuk merefleksikan kejadian tsunami yang maha dahsyat agar menjadi pelajaran bagi masyarakat Aceh, menyampaikan apresiasi kepada masyarakat nasional dan internasional atas segala dukungan dan solidaritas global untuk Aceh dan momentum untuk selalu membangun semangat mitigasi bencana, kata Jamaluddin.
Baca Juga : Viral Video Aksi Habib Rizieq Gotong Mayat Korban Tsunami
“Peringatan ini juga menjadi penyemangat bagi masyarakat Aceh untuk menjaga peninggalan tsunami sebagai media pembelajaran dan sebagai destinasi wisata tsunami atau 'memory tourism' bagi wisatawan,” katanya.
(Erha Aprili Ramadhoni)