Dilema Penderita Objectum Sexual, Jatuh Cinta dengan Benda Mati Hingga Dibenci Keluarga

Susi Susanti, Koran SI · Rabu 30 Desember 2020 13:13 WIB
https: img.okezone.com content 2020 12 30 18 2336237 dilema-penderita-objectum-sexual-jatuh-cinta-dengan-benda-mati-hingga-dibenci-keluarga-MRFLAtWwV7.jpg Foto: Daily Mirror

PARIS - Wanita yang menikah dengan Menara Eiffel, Erika Labrie ingin meluruskan seksualitasnya.

Untuk sebagian besar hidupnya, orientasi seksual yang dialaminya telah ditanggapi dengan cemoohan atau rasa jijik secara universal.

Erika mengaku dirinya adalah seorang Objectum Sexual (OS), yang cenderung mengembangkan hubungan yang signifikan dengan benda mati.

“Setiap orang memiliki tipe yang membuat mereka tertarik. Itu termasuk orang-orang OS,” terangnya, dikutip Daily Star.

“Saya menemukan tipe saya adalah objek yang disalahpahami oleh dunia. Menara Eiffel dikelilingi oleh jutaan turis yang jatuh cinta satu sama lain, bukan padanya,” ungkapnya.

Pada 2007, dia mengubah nama belakangnya menjadi Eiffel setelah resmi menikah dengan Menara Eiffel yang ikonik.

Setahun setelah pernikahannya, film dokumenter berjudul “Menikah dengan Menara Eiffel” viral di dunia online. Namun komunitas OS percaya jika penonton terpesona oleh alasan yang salah.

(Baca juga: Pegulat Sumo yang Dijuluki Anak Terkuat di Dunia Saat Balita, Meninggal di Usia 21 Tahun)

“Film dokumenter ini mengangkat kesalahpahaman bahwa orang OS cenderung ke arah objek demi kontrol karena faktor-faktor seperti pelecehan dan penyakit mental,” jelasnya.

“Angka-angka menunjukkan bahwa sebagian besar tidak memiliki lebih banyak masalah daripada lapisan masyarakat normal,” terangnya.

News.com.au, melaporkan film tersebut meninggalkan sisi spiritual dan emosional dari hubungan yang tidak konvensional, dan membuatnya tampak seperti fetishistik atau gila. Itu menyebabkan Erika ditolak oleh teman dan keluarga.

Setelah 10 tahun, hubungan pernikahannya dengan Menara Eiffel berakhir.

“Saya telah menerima kekalahan. Bagaimanapun, Eiffel akan selalu mendapat tempat di hati saya. Itu adalah sesuatu yang media tidak bisa mengukir dadaku. Meskipun kadang-kadang terasa seolah-olah mereka telah mencoba,” ujarnya.

Erika mengetahui kecenderungan OS-nya sejak masa kanak-kanak. “Saya tidak menyadari jika saya berbeda sampai masa remaja saya ketika orang lain mulai berkencan dan saya memiliki perasaan yang mendalam untuk jembatan lokal,” bebernya.

Dia menegaskan OS bukan karena kurang berhubungan dengan orang lain. “Saya selalu memelihara persahabatan yang baik dengan orang-orang dan sangat sosial tetapi saya tidak pernah merasa tertarik pada hubungan romantis apa pun,” ujarnya.

Namun, dia mengakui jika hubungan romansanya dengan orang lain selalu berakhir gagal.

(sst)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini