Share

Gelar Pesta di Situs Makam Nabi Musa, DJ Palestina Ditangkap dan Ditahan 15 Hari

Susi Susanti, Koran SI · Kamis 31 Desember 2020 13:34 WIB
https: img.okezone.com content 2020 12 31 18 2336874 gelar-pesta-di-situs-makam-nabi-musa-dj-palestina-ditangkap-dan-ditahan-15-hari-1RPkyr1SqS.jpg Foto: CNN

PALESTINADisk Jockey (DJ) wanita Palestina yang cukup terkenal ditahan selama 15 hari setelah ditangkap Pasukan Keamanan Otoritas Palestina (PA) usai tampil di sebuah pesta di situs suci Muslim.

PA menahan DJ Sama Abdul Hadi dan beberapa orang lainnya di pesta pada Sabtu (26/12) di Nabi Musa, tempat dimana Musa diyakini dimakamkan, yang terletak di Tepi Barat antara Yerusalem dan Jericho.

Video pesta yang diposting di media sosial (medsos) acara tersebut sontak memicu kemarahan dari warga lokal Palestina.

Ratusan orang langsung datang membubarkan pesta yang diyakini penuh dengan minuman keras dan narkoba itu. Banyak juga warga yang marah dengan PA karena membiarkan pesta ini terus berlanjut.

Perdana Menteri PA Mohammad Shtayyeh mengatakan penyelidikan sedang dilakukan dan mereka yang bertanggung jawab atas acara tersebut akan dibawa ke pengadilan.

Pengacara yang mewakili DJ Sama mengatakan kliennya didakwa karena melanggar pasal 275 KUHP Palestina, yang mengkriminalisasi penodaan situs atau simbol suci yang dilakukan dengan maksud menghina agama atau kelompok tertentu.

(Baca juga: Pemerintah China Resmi Setujui Sinopharm sebagai Vaksin Covid-19)

“Apakah dia melanggar pasal itu sampai saat ini? Yang bisa saya katakan adalah; Saya tidak mengerti bagaimana,” terang Mashal, dikutip CNN.

“Tapi penyelidikan masih belum selesai. Kami berharap dalam beberapa hari ini akan selesai, lanjutnya.

Pengacaranya mendesak orang untuk melihat fakta. “Jika dia tidak diberi izin, peristiwa itu tidak akan terjadi. Titik,” terang Mashal.

“Oleh karena itu, siapa yang bertanggung jawab untuk tidak memikirkan seperti apa reaksinya? Aku tidak tahu. Apakah ini salah Sama? Itu masih harus dilihat,” tandasnya.

Selain didakwa menghina situs agama, pengacaranya mengatakan DJ Sama juga didakwa melanggar prosedur Covid-19.

Sementara itu, ayah DJ Sama, Saad Abdul Hadi, mengatakan sangat terganggu dengan penahanan putrinya, dan menolak klaim jika putrinya telah menodai sebuah situs suci. Dia mengatakan pesta itu digelar di bagian lain dari kompleks tersebut.

“Tidak benar ada orang mabuk atau memakai narkoba” katanya.

“Tidak benar juga dia bermain musik techno di masjid - nyatanya tidak ada yang masuk ke masjid. Itu semua diadakan di bazar, di mana pengunjung datang untuk berbelanja dan menginap di wisma,” ungkapnya.

Saad mengatakan PA menangkap putrinya untuk menyembunyikan rasa malunya atas reaksi publik terhadap partai tersebut.

“Sepertinya Otoritas Palestina tidak tahu bagaimana mengendalikan amarah di jalan, jadi mereka menggunakan Sama sebagai kambing hitam untuk sesuatu yang dianggap jalan sebagai kesalahan,” terangnya.

Saad menambahkan jika putrinya tampil karena permintaan perusahaan produksi yang berbasis di Paris untuk tampil di sejumlah situs bersejarah Palestina. Hal ini pun sudah mendapat izin dari Kementerian Pariwisata dan Purbakala Palestina, yang bertanggung jawab atas bazar di Nabi Musa, berbeda dengan masjid situs yang ditangani oleh Kementerian Agama.

Terkait hal ini, Hakim Tertinggi PA dan Penasihat Presiden untuk Urusan Agama dan Hubungan Islam Mahmoud Al-Habbash, sangat marah dan mengecam pesta ini.

“Saya merasa jijik dan marah tentang apa yang terjadi di Masjid Nabi Musa ... dan saya masih tidak tahu Siapa yang bertanggung jawab atas dosa ini, tetapi siapa yang bertanggung jawab harus menerima hukuman jera yang sesuai dengan kekejaman yang terjadi, karena Masjid adalah Rumah Tuhan, dan kesuciannya adalah kesucian agama kita,” cuitnya.

Melalui wawancara dengan stasiun radio Palestina NAS Radio, Wakil Menteri Urusan Agama Hussam Abu-Alrub, mengatakan kementeriannya yang bertanggung jawab atas Masjid, namun tidak ada izin yang diambil untuk mengadakan acara apa pun di dalamnya.

“Tindakan yang dilakukan itu tidak dapat diterima dan di luar semua prinsip agama kami,” jelasnya.

“Kami di Kementerian Awqaf tidak akan tinggal diam dan akan menindaklanjuti penyelidikan,” tetagasnya.

DJ Sama adalah salah satu DJ paling populer di wilayah itu. dia menjadi wanita Palestina pertama yang terkenal di komunitas musik elektronik.

Merespon hal ini, petisi untuk pembebasannya telah mendapatkan lebih dari 50.000 tanda tangan. Tagar #FreeSama pun viral di medsos. Para warganet menggambarkan penahanannya sebagai serangan terhadap kebebasan artistik.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini