Una menandatangani formulir persetujuan dan diberitahu dokter jika prosedur tersebut memiliki tingkat keberhasilan 99,9 persen.
Faktanya para ahli mengatakan sekitar 1 dalam 2000 kasus terbukti tidak efektif.
Saat dia bertemu dengan Paul dan menikah pada 2001, dia sudah menjelaskan kondisinya.
Kala itu, Paul mengerti jika mereka tidak akan bisa memiliki anak lagi. Paul pun rela menjadi ayah tiri yang penuh kasih bagi dua anak Una.
Tapi kemudian di tahun 2014, saat Una berusia 41, segalanya berubah.
“Saya pikir itu pasti semacam kesalahan,” ujarnya.
“Saya membeli lima tes. Tetapi tes demi tes kembali positif. Saya benar-benar tercengang,” ungkapnya, dikutip The Sun.
“Tiba-tiba hamil lagi setelah hampir 20 tahun terasa sangat aneh. Saya menghabiskan sebagian besar kehamilan dengan perasaan tidak percaya. Saya juga sangat khawatir tentang implikasi kesehatan yang mungkin terjadi pada bayi saya,” bebernya.
“Suamiku Paul juga shock, tapi dia juga sangat senang karena ini adalah anak kandung pertamanya,” tambahnya.
Una pun melahirkan bayi itu pada Februari 2015 lalu. Saat ini, sang bayi yang diberi nama Robyn itu sudah berusia lima tahun dan dalam kondisi sehat.
Una memutuskan berbicara sekarang karena dia tidak senang dengan cara NHS menangani perawatan setelah sterilisasi.
Investigasi kemudian menemukan klip yang digunakan selama prosedur telah hilang. Satu klip bahkan telah masuk ke dalam kandung kemihnya.
“Saya tidak merasa NHS tertarik secara khusus setelah saya menyampaikan kekhawatiran kepada mereka,” jelasnya.
(Susi Susanti)
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.