Hindari Covid-19, Pasangan Ini Pindah ke Pulau Terpencil Tak Berpenghuni

Susi Susanti, Koran SI · Senin 04 Januari 2021 13:53 WIB
https: img.okezone.com content 2021 01 04 18 2338508 hindari-covid-19-pasangan-ini-pindah-ke-pulau-terpencil-tak-berpenghuni-nVGDI0Uua7.jpg Foto: SWNS

INGGRIS – Semua orang memiliki cara tersendiri untuk menghindari Covid-19. Termasuk pasangan ini.

Pasangan asal Inggris mengambil cara cukup ekstrim, yakni pindah ke pulau terpencil tanpa tetangga.

Luke, 34, dan Sarah Flanagan, 36, pindah ke Pulau Owey di lepas pantai barat County Donegal di Irlandia pada 14 Maret tahun lalu, atau 2 hari sebelum lockdown akibat virus corona.

Mereka menjadi satu-satunya penghuni pulau kecil itu tanpa listrik, gas, atau air mengalir.

“Sungguh aneh dan aneh mendengar tentang segala sesuatu yang terjadi saat diisolasi di pulau kecil ini,” terang Luke, dikutip Mirror.

“Seperti yang bisa Anda bayangkan, kami tidak perlu khawatir tentang jarak sosial,” ujarnya.

“Pengalaman secara keseluruhan sangat luar biasa,” tambahnya.

“Kecepatan hidup sangat lambat tapi menyenangkan, kami menghabiskan hari-hari kami berjalan-jalan dengan anjing-anjing, menanam makanan kami sendiri dan mempelajari keterampilan baru,” ungkapnya.

“Ini bukan untuk semua orang tapi kami menyukainya,” bebernya.

(Baca juga: Kenang Saudara yang Tewas Mati Ditembak Taliban, Veteran Tentara Ini Mendaki 50 Gunung)

Pulau Owey adalah sebidang kecil tanah di lepas pantai Donegal yang berisi beberapa properti tanpa sekolah atau toko dan hanya dua jalan sempit yang melewatinya.

Luke dan Sarah tinggal di sebuah pondok kecil yang menggunakan api dari batu bara untuk menghangatkan diri, tangki untuk menampung air hujan, botol gas untuk memasak, dan panel surya untuk mengisi daya listrik mereka.

Mereka menggunakan air yang terkumpul serta air dari sumur untuk mandi dan mencuci pakaian sambil bercocok tanam makanan. Mereka juga beternak ayam untuk telur dan bahkan menantang laut untuk mencari ikan.

Luke mengatakan dirinya tidak memiliki keterampilan khusus hidup di alam liar. Awalnya dia tidak bisa memancing, dan hanya bisa mendapatkan banyak sampah.

Seiring waktu berjalan, dia bisa belajar bagaimana menangkap pollock, jenis ikan yang paling umum di daerah tersebut.

Karena tuntutan kehidupan, dia juga mempelajari teknik persiapan kuno untuk mengasinkan hasil memancing sehingga dapat disimpan dan tetap dapat dimakan selama berbulan-bulan.

Satu-satunya cara pasangan itu keluar dari pulau itu adalah melalui perahu kecil sekitar tiga perempat mil ke pulau lain, yang terhubung ke daratan melalui jembatan.

Meskipun ada beberapa rumah di Owey, namun rumah ini hanya dihuni pada bulan-bulan musim panas. Menurut buku sejarah lokal, terakhir kali seseorang menghabiskan musim dingin di sana adalah tahun 1974.

Semuanya ini berawal dari iklan online yang menawarkan kesempatan untuk menjadi penyewa sebuah pondok kecil di sana. Luke dan Sarah yang berasal dari Leeds, West Yorks, memutuskan mengambil kesempata itu dan mengambil cuti setahun dari pekerjaan.

Awalnya, pasangan itu tidak mengetahui pandemi Covid-19 yang akan terjadi. Keduanya hanya ingin tinggal di sebidang tanah seluas 300 hektar untuk menikmati kehidupan selama setahun ke depan akibat Covid-19.

Menurut Luke, pemilik rumah ingin membuktikan kemungkinan menghabiskan seluruh musim dingin di Owey dalam upaya mendorong orang lain untuk melakukan hal yang sama di masa depan.

Luke mengatakan penduduk lain mulai berdatangan di pulau itu saat musim panas tahun lalu dan banyak yang membantu mereka dengan mengajari mereka tentang cara bertahan hidup dalam kondisi tersebut.

“Selama musim panas perasaan komunitas di sini luar biasa,” ujarnya.

“Tapi begitu musim gugur mulai datang semua orang pergi dan kami ditinggalkan sendiri, untungnya kami sudah siap untuk mengatasinya berkat bantuan orang lain,” urainya.

Luke mengatakan dia dan istrinya Sarah menghabiskan waktu dengan merawat properti, membaca dan bermain dengan dua anjing mereka.

Untungnya, berkat jalur pengiriman terdekat, pasangan ini bisa mendapatkan sinyal yang baik di ponsel mereka. Ini artinya mereka tetap bisa berkomunikasi dengan keluarga mereka di Leeds dan mengikuti berita terbaru.

“Pemikiran saya secara keseluruhan tentang waktu kita di pulau itu adalah betapa sangat beruntungnya kita berada di sini,” ungkap Sarah.

“Kami berdua telah belajar banyak dan memiliki pengalaman yang tidak pernah saya bayangkan,” tegasnya.

“Dari belajar tentang laut, memancing dan perahu, hingga memelihara hewan kita sendiri, hal-hal yang belum pernah saya lakukan sebelumnya,” lanjutnya..

“Sangat menyenangkan mengetahui seberapa banyak materi yang sebenarnya tidak Anda butuhkan, dan seperti yang saya kira orang akan lakukan di tahun-tahun yang lalu, memanfaatkan apa yang Anda miliki daripada membeli apa yang Anda inginkan,” tambahnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini