Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

FPI Dibubarkan, Fadjroel Rachman Cuit Negara-Negara Mayoritas Islam Larang Hizbut Tahrir

Tim Okezone , Jurnalis-Senin, 04 Januari 2021 |20:42 WIB
FPI Dibubarkan, Fadjroel Rachman Cuit Negara-Negara Mayoritas Islam Larang Hizbut Tahrir
Fadjroel Rachman (Foto: Sindo)
A
A
A

JAKARTA - Juru Bicara Presiden Joko Widodo (Jokowi), Fadjroel Rachman, mencuit di media sosial Twitter mengenai pelarangan Hizbut Tahrir di negara mayoritas berpenduduk Islam. Cuitan itu disertai dengan tagar FPIOrmasTerlarang.

"Negara2 mayoritas berpenduduk Islam yang melarang Hizbut Tahrir, termasuk Arab Saudi, Turki, Malaysia, Yordania, Mesir-FR #HTIOrmasTerlarang #FPIOrmasTerlarang," kicau @fadjroel seperti dilihat Okezone, Senin (4/1/2021). 

Dalam postingannya itu, Fadroel juga mengunggah sebuah infografis mengenai alasan negara-negara tersebut melarang Hizbut Tahrir. Di antaranya, di Mesir karena diduga terlibat kudeta (1974); di Arab Saudi, menjadi ancaman pemerintah Abdulaziz, Kazakhstan, diduga terlibat terorisme (2005).

Baca Juga: Dicecar Polisi 41 Pertanyaan, Habib Rizieq Hanya Jawab 7 soal Kasus RS Ummi

Kemudian dilarang di Yordania karena mengancam kedaulatan negara (1953); Uzbekistan, diduga dalang pengeboman (1999); Kirgistan alasannya karena tergolong organisasi ekstrem (2004). Pakistan, menjadi ancaman bagi pemerintah (2004); Turki, termasuk organisasi teroris (2004).

Di Tajikistan dilarang karena diduga terlibat terorisme (2005); Suriah, dilarang lewat ekstra yudisial (1998-1999); Bangladesh, mengancam kehidupan damai (2009); Di Malaysia, dinyatakan kelompok menyimpang (2015); dan Libya, memicu kegelisahan pemerintah Khadafi.

Di sisi lain, HTI juga telah dibubarkan oleh pemerintah Indonesia karena terindikasi bertentangan dengan tujuan, azas, dan ciri yang berdasarkan Pancasila dan UUD RI 1945.

Terbaru, pemerintah membubarkan Front Pembela Islam (FPI). Salah satu alasan pembubarannya, yakni UU No 16 Tahun 2017 tentang Ormas, dengan maksud menjaga eksistensi ideologi dan konsensus dasar negara, yakni Pancasila, UUD 1945, keutuhan NKRI, dan Bhinneka Tunggal Ika.

Baca Juga: Istri dan Menantu Habib Rizieq Diperiksa Bareskrim Terkait RS Ummi

(Arief Setyadi )

News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement