Tinjau Gudang Penyimpanan Vaksin Covid-19, Gubernur Sulsel: Tidak Usah Ragu

Tim Okezone, Okezone · Selasa 05 Januari 2021 19:50 WIB
https: img.okezone.com content 2021 01 05 609 2339447 tinjau-gudang-penyimpanan-vaksin-covid-19-gubernur-sulsel-tidak-usah-ragu-JaUNkz2BTc.jpg Gubernur Sulsel Nurdin Abdullah (Foto : Istimewa)

MAKASSAR - Sebanyak 30.000 vaksin Covid-19 Sinovac telah tiba di Sulawesi Selatan hari ini, Selasa dini hari tadi. Gubernur Sulawesi Selatan Nurdin Abdullah langsung melakukan kunjungan untuk melihat gudang penyimpanan vaksin di Dinas Kesehatan Provinsi Sulsel. Dirinya pun berpesan agar seluruh masyarakat tidak perlu ragu untuk divaksin

Sebelumnya, vaksin yang disediakan oleh Kementerian Kesehatan ini dipaketkan dalam 16 koli paket atau 584 Kg ini tiba di Cargo Bandara Internasional Sultan Hasanuddin Makassar pada pukul 04.14 WITA.

Nurdin Abdullah memastikan bahwa jadwal vaksinasi akan dilakukan pada 13 Januari mendatang. Dikhususkan pertama untuk tenaga kesehatan. "Yang pasti schedule (jadwal) sudah kita tetapkan tanggal 13 (Januari 2021) kita mulai, sebelum itu, di 24 kabupaten/kota sudah sampai," kata Nurdin Abdullah, Selasa (5/1/2021).

Kata dia, saat ini tinggal menunggu izin penggunaan darurat atau Emergency Use Authorization (EUA) dari Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM).

Ia menyebutkan vaksinasi akan dilakukan di puskesmas dan rumah sakit. Dan Pemprov Sulsel telah menyiapkan 1.000 lebih vaksinator. Ini bagian dari infrastruktur sumber daya manusia untuk pelaksanaan program imunisasi Covid-19.

Adapun vaksin untuk Sulsel sebanyak 66.640 untuk tahap pertama, dan telah ada 30.000 vaksin, sisanya 36.640 akan menyusul. Vaksin yang ada telah disiapkan untuk distribusinya dengan cold box dengan minus delapan derajat celcius. "Nanti distribusinya kita sudah siapkan cold box yang minus delapan. Kita yang akan distribusi," sebutnya.

Gubernur Sulsel Nurdin Abdullah (Foto : Istimewa)

Untuk itu, ia meminta agar Dinas Kesehatan Provinsi Sulsel selain data klinis untuk tenaga kesehatan yang akan divaksin juga data klinis masyarakat. "Vaksin ini sudah melewat uji klinis, insyaallah tidak ada dampak apa-apa. Ya namanya vaksin pasti ada demam dan sebagainya. Memang ada kriteria orang-orang yang memenuhi syarat yang harus divaksin," jelasnya.

"Makanya saya bilang sama Kadis Kesehatan, data klinis masyarakat itu penting, misalnya terkonfirmasi dia Covid-19. Itu paling penting, terus ada penyakit tertentu, ada alergi dan sebagainya," imbuhnya.

Baca Juga : Berikut Orang-Orang yang Tidak Boleh Disuntik Vaksin Covid-19

Ia meminta agar program vaksinasi ini diberikan dukungan sebab pemerintah memberikan layanan perlindungan kesehatan pada masyarakat.

"Kalau saya jangan besar-besarkan soal yang menolak. Yang ada saja belum cukup. Saya kira insyaallah akan kita berikan ini secara baik kepada seluruh masyarakat. Ini gratis, Rp74 triliun disiapkan negara untuk menvaksin seluruh masyarakat Indonesia, tidak usah ragu," pungkasnya.

(aky)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini