Muncul Penolakan Vaksin, Begini Jurus Ganjar Pranowo

Taufik Budi, Okezone · Kamis 07 Januari 2021 04:01 WIB
https: img.okezone.com content 2021 01 06 512 2340151 muncul-penolakan-vaksin-begini-jurus-ganjar-pranowo-4fZ54hMdKz.jpg Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo (Foto: Okezone)

SEMARANG - Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo telah menyiapkan langkah antisipasi agar tidak ada penolakan dari pihak yang akan diberi vaksin Corona (Covid-19).

Langkah ini dilakukan sebelum dilakukan pemberian vaksin, yang dimulai dari ke tenaga kesehatan (nakes), tokoh publik hingga kalangan masyarakat.

"Yang menolak vaksin, vaksin itu jumlahnya hanya sedikit. Hari ini nakes, yang menolak itu, potensinya kan kalangan masyarakat. Ini akan kita sosialisasikan," kata Ganjar usai rapat evaluasi penanganan Covid di ruang rapat kantornya di Kota Semarang, Rabu (6/1/2021).

Menurut Ganjar, potensi penolakan vaksin itu biasanya karena mereka merasa tidak percaya dan juga karena mereka tidak tahu. Oleh karena itu dengan sosialisasi, diharapkan pihak yang berpotensi melakukan penolakan akan bisa mengerti hingga bersedia untuk diberi vaksin.

Apalagi nantinya tidak hanya vaksin Sinovac, tapi ada juga vaksin lain seperti Pfizer dan Moderna. Ada pun kriteria yang dapat vaksin pertama adalah mereka yang berumur 18-59 tahun, tidak memiliki komorbiditas, tidak pernah terpapar Covid-19, ibu hamil, dan ibu menyusui.

Saat ini, Pemerintah Jateng sedang menyiapkan diri siapa saja penerimanya. Termasuk kalangan nakes yang akan menjadi pihak awal diberi vaksin.

"Yakni mereka yang mengurusi semua nakes termasuk nakes TNI-polri," sambungnya.

Dalam tahap ini Jateng telah menerima 62.560 dosis vaksin untuk Covid-19 tersebut. Vaksin akan segera didistribusikan ke 35 kabupaten/kota di Jateng. Pihaknya sedang melakukan pendataan dan pelengkapan administrasi serta pengecekan-pengecekan.

(kha)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini