Malang Raya Terapkan PSBB Kearifan Lokal

Avirista Midaada, Okezone · Kamis 07 Januari 2021 17:06 WIB
https: img.okezone.com content 2021 01 07 519 2340622 malang-raya-terapkan-psbb-kearifan-lokal-ghJoEa1r78.jpg Rapat koordinasi penetapan PSBB di Malang Raya (Foto : Istimewa)

MALANG - Rapat koordinasi tiga daerah di Malang raya membahas mekanisme Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) sesuai instruksi Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Nomor 1 tahun 2021 akan tetap diterapkan.

Namun dari kesepakatan tiga daerah sesuai rapat koordinasi yang berlangsung pada Kamis (7/1/2021) di Balai Kota Malang, PSBB akan disesuaikan sesuai kearifan lokal Malang raya.

"Tidak semua instruksi dari Mendagri dapat kita laksanakan di wilayah Malang Raya. Namun kami menyepakati untuk memodifikasi dan disesuaikan dengan keadaan di wilayah Malang Raya," tutur Wali Kota Malang Sutiaji.

Sutiaji berharap, masyarakat di Kota Malang khususnya dan Malang raya umumnya tetap tenang dan menerapkan protokol kesehatan. Menurutnya, penerapan PSBB ini dilakukan demi kebaikan bersama, maka modifikasi PSBB akan dilakukan sesuai kebutuhan wilayah.

"Jika sesuai instruksi Mendagri jam aktifitas usaha berakhir pukul 19.00 wib, maka Malang Raya akan ambil opsi pukul 20.00 WIB atau pukul 21.00 WIB, nanti akan segera kita finalisasi secara teknis setelah rakor berikutnya," terangnya.

Dalam rapat koordinasi ini juga disepakati bahwa untuk perkantoran selama PSBB akan diberlakukan 25 persen WFO dan 75 persen WFH terhitung sejak tanggal 11 Januari sampai dengan 25 Januari 2021.

Sedangkan jika Instruksi Mendagri mengatur pembatasan kegiatan restoran makan atau minum, untuk layanan di tempat sebanyak 25 persen, maka sesuai kearifan lokal Pemkot Malang akan memberlakukan 50 persen untuk layanan makan di tempat. Sedangkan sisanya diperuntukkan untuk pesan antar / dibawa pulang tetap diizinkan, sesuai jam operasional.

Baca Juga : Viral Ganjar-Risma Capres-Cawapres 2024, Netizen : Kalau Aku Sih Yes!

Pada poin lainnya seperti pembelajaran tetap dilaksanakan secara daring, sektor esensial yang berkaitan kebutuhan pokok masyarakat tetap dapat beroperasi 100 persen, untuk pekerjaan konstruksi dapat beroperasional 100 persen dan untuk kegiatan peribadatan dengan kapasitas 50 persen.

"Ini adalah instruksi dari Mendagri sehingga mau tidak mau kita harus menjalankannya" kata Sutiaji.

Sementara itu, terinfo lebih lanjut akan segera dilakukan rapat koordinasi secara teknis dalam rangka pelaksanaan PSBB di wilayah Malang Raya, agar nantinya instruksi Mendagri itu dapat berjalan dengan baik di Kota Malang.

(aky)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini