Lebih dari 80 Persen Perawat di Indonesia Siap Divaksin Covid-19

Susi Susanti, Koran SI · Sabtu 09 Januari 2021 15:24 WIB
https: img.okezone.com content 2021 01 09 512 2341619 lebih-dari-80-persen-perawat-di-indonesia-siap-divaksin-covid-19-TzqGIAdAop.jpg Foto: Istimewa

SOLO — Lebih dari 80 persen perawat di tanah air siap menerima vaksin Covid-19. Hal ini berdasarkan survei yang dilakukan Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI).

Survei ini dilakukan sejak Desember tahun lalu dan disebarkan secara online ke anggota PPNI di seluruh Indonesia. Dari hasil survei diketahui sebanyak 82.04% dari total 1.700 responden menyatakan bersedia menerima vaksin sebagai kelompok pertama yang diprioritaskan pemerintah.

“Tenaga kesehatan, termasuk di antaranya perawat, merupakan kelompok dengan resiko tinggi terinfeksi virus Covid-19 karena kami bertugas di lingkungan yang kondisinya lebih rentan dibanding kelompok masyarakat lain. Karena itulah, perlindungan kepada tenaga kesehatan harus ditingkatkan, salah satunya dengan vaksinasi,” ungkap Ketua Umum PPNI Harif Fadhillah dalam rilis tertulisnya yang diterima Solopos.com pada Jumat (8/1).

Selain siap menerima vaksin Covid-19, perawat juga bersedia menjadi relawan pemberi vaksin atau dikenal dengan vaksinator.

(Baca juga: Ganjar Ingatkan Pengungsi Merapi Jaga Kebugaran dan Protokol Kesehatan)

“Menurut hasil survei tersebut, respon yang kami dapatkan dari teman-teman perawat sangat positif, dengan 82.04% responden menyatakan bersedia menerima vaksin sebagai kelompok pertama yang diprioritaskan oleh pemerintah. Dan 65.99% responden bersedia menjadi relawan pemberi vaksin atau vaksinator. Berdasarkan dialog-dialog yang kami lakukan dengan anggota PPNI di 34 provinsi di Indonesia, kami juga tidak menemukan adanya penolakan terhadap program vaksinasi bertahap ini,” terangnya.

Dia mengatakan keraguan para perawat terkait vaksin Covid-19 sebagian besar disebabkan disinformasi dan ketakutan mereka secara pribadi terhadap jarum suntik.

“Meski kami sebagai perawat sudah terbiasa menyuntik orang, ada juga yang dirinya sendiri takut disuntik. Karena pengetahuan mengenai vaksin sudah diberikan kepada tenaga kesehatan di semester awal pendidikannya, jadi hanya perlu diberikan pemahaman lebih lanjut untuk meningkatkan keyakinan mereka,” tambahnya.

(Baca juga: Ganjar Rekomendasikan Alat Testing Covid-19 dari UGM kepada Presiden Jokowi)

Selain survei internal, Harif menambahkan PPNI juga telah mengeluarkan instruksi resmi pada 6 Januari lalu kepada seluruh anggotanya yang berjumlah lebih dari 600,000 orang.

Hal ini untuk mendukung dan mengikuti program vaksin Covid-19 yang dilaksanakan pemerintah. Lalu memberikan edukasi kepada masyarakat untuk ikut menyukseskan program tersebut sebagai upaya mempercepat berakhirnya pandemi virus corona.

(sst)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini