JAKARTA - Pesawat Sriwijaya Air SJ-182 dengan penerbangan rute Jakarta menuju Pontianak yang jatuh di perairan Kepulauan Seribu pada Sabtu (9/1/2021) siang kemarin mengangkut 50 penumpang.
Dari 50 penumpang itu terdapat tiga orang warga Lampung yang berdomisili di Kabupaten Tulang Bawang Barat.
Ketiganya merupakan pria dewasa warga Desa Toto Makmur, Kecamatan Batu Putih, yaitu: Sugiono Effendy, Yohanes, dan Pipit Piyono. Mereka diketahui melakukan penerbangan ke Pontianak untuk menjadi buruh bangunan.
BACA JUGA: Kronologi Jatuhnya Sriwijaya Air SJ-182: Pesawat Sempat Belok Misterius
Keluarga para korban jatuhnya pesawat Sriwijaya Air yang mendapat informasi peristiwa ini sontak syok.
Supiyati, ibunda Yohanes mengaku telah mendapat firasat sebelum peristiwa ini terjadi. Dia sempat cemas dengan perginya Yohanes untuk merantau, apalagi keberangkatannya sampai tertunda tiga kali.
Madrim, kepala Tiyuh setempat menilai ketiga warganya tersebut adalah sosok baik dan pekerja keras. Dia berharap segera adanya informasi dari pihak terkait tentang nasib mereka.
“Harapan kami segera ditemukan, baik dalam keadaan sehat ataupun, jika Allah menghendaki, minimal jasadnya harus segera dipulangkan ke keluarganya,” kata Madrim.
BACA JUGA: Keluarga Korban Pesawat Sriwijaya Air SJ-182 Berharap Mukjizat
Diketahui, Sugiono Effendy memiliki kode penerbangan (in099 tkg) kursi no12 dengan nomor tiket 9,77108e+12, lalu yohannes (in099 tkg) kursi no13, dan tiket 9,77108e+12, serta pipit piyono (in099 tkg) kursi no.14 tiket 9,77108e+12.
Kini keluarga korban jatuhnya pesawat Sriwijaya Air ini hanya dapat pasrah dan berharap keluarganya dapat ditemukan dengan selamat.
(Rahman Asmardika)
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.