Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Duka Ayah Pramugari Sriwijaya Air: Saya Siap Menerima dan Ikhlas

Hasan Kurniawan , Jurnalis-Minggu, 10 Januari 2021 |13:56 WIB
Duka Ayah Pramugari Sriwijaya Air: Saya Siap Menerima dan Ikhlas
Ilustrasi Crisis Center (Okezone)
A
A
A

TANGERANG - Menggunakan celana jeans dan pakaian casual, Grislend Gloria Natalies, akhirnya berangkat dari Bekasi menuju Bandara Soekarno-Hatta (Soetta) Tangerang, Banten. Langkahnya ringan, wajahnya seperti biasa, ceria.

Gris, demikian gadis cantik itu biasa dipanggil, merupakan salah satu pramugari ekstra Sriwijaya Air SJ 182 rute Jakarta-Pontianak yang hilang kontak, di sekitar perairan Pulau Laki dan Pulau Lancang, Kepulauan Seribu, Jakarta.

Baca juga: Sriwijaya Air SJ-182 Jatuh, Malaysia Sampaikan Belasungkawa dan Dukacita

Itulah kesan terakhir keluarga terhadap Gris. Tidak ada firasat, dan gejala aneh. Semua berjalan normal seperti biasa. Hingga akhirnya, ramai diberitakan kecelakaan udara menimpa pesawat Sriwijaya Air, pada Sabtu 9 Januari 2021.

"Enggak ada firasat. Dia berangkat dari rumah tantenya, di Bekasi," kata Robert Sinaga (57), ayah kandung Grislend Gloria Natalies, kepada MNC Portal, di Bandara Soetta, Tangerang, Banten, Minggu (10/1/2021).

 Baca juga: Keluarga Penumpang Sriwijaya Air SJ-182 Minta Masyarakat Tak Sebar Foto Kerabatnya

Percakapan terakhir keluarga dengan Gris juga biasa. Menanyakan gayanya yang santai, membawa koper besar berisi pakaian dinas pragawati. Rencananya, setibanya di Pontianak, Gris akan menggantikan pramugari kru aktif.

"Memang dari rumah juga ngomongnya begitu. Katanya, tante saya yang ekstra kru. Makanya pakaian saya dalam koper semua. Ya, dia pakai pakaian biasa, celana jeans, baju biasa, dan membawa koper besar," sambungnya.

Halaman:
      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement