Tim WHO Tiba di Wuhan untuk Selidiki Asal-Usul Virus Corona

Rahman Asmardika, Okezone · Kamis 14 Januari 2021 13:18 WIB
https: img.okezone.com content 2021 01 14 18 2344313 tim-who-tiba-di-wuhan-untuk-selidiki-asal-usul-virus-corona-gfxyDi2PXp.jpg Tim dari WHO tiba di Wuhan untuk memulai penyelidikan asal usul virus corona, 14 Januari 2021. (Foto: CGTN/Reuters)

BEIJING - Tim dari Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) pada Kamis (14/1/2021) telah tiba di Kota Wuhan, China untuk memulai penyelidikan tentang asal-usul pandemi Covid-19. Penyelidikan ini telah lama ditunggu selama negosiasi antara Beijing dengan WHO yang berlangsung berbulan-bulan.

Tim yang beranggotakan 10 ilmuwan itu akan mewawancarai orang-orang dari lembaga penelitian, rumah sakit, dan pasar makanan laut yang terkait dengan wabah awal.

BACA JUGA: Pejabat Tinggi WHO Kecewa China Larang Peneliti ke Wuhan

Covid-19 pertama kali terdeteksi di Wuhan pada akhir 2019.

Kedatangan tim pada Kamis pagi itu bertepatan dengan melonjaknya kembali kasus virus corona baru di China utara, sementara kehidupan di Wuhan relatif kembali normal. Mereka akan menjalani karantina selama dua minggu sebelum memulai penelitian, yang akan mengandalkan sampel dan bukti yang diberikan oleh pejabat China.

Penyelidikan, yang bertujuan untuk menyelidiki hewan yang menjadi asal pandemi itu tampaknya akan dimulai setelah menemui sejumlah hambatan.

Pada awal bulan ini WHO mengatakan para penyelidiknya ditolak masuk ke China setelah satu anggota tim dipulangkan dan yang lain terjebak dalam perjalanan. Tetapi Beijing mengatakan itu adalah kesalahpahaman dan pengaturan untuk penyelidikan masih dalam pembahasan.

China telah mengatakan selama berbulan-bulan bahwa wabah virus corona tidak berasal dari Wuhan.

Profesor Dale Fisher, ketua unit penanggulangan dan wabah global di WHO, mengatakan bahwa dia berharap dunia akan mempertimbangkan tujuan dari kunjungan ilmiah ini.

"Ini bukan tentang politik atau menyalahkan tetapi membahas pertanyaan ilmiah yang paling mendasar," katanya kepada BBC.

BACA JUGA: China Masih Berunding dengan WHO Soal Izin Pakar Kunjungi Wuhan

Prof Fisher menambahkan bahwa kebanyakan ilmuwan percaya bahwa virus itu adalah "peristiwa alam".

Di hari yang sama, China melaporkan kematian pertamanya akibat Covid-19 dalam delapan bulan.

Negara ini sebagian besar telah mengendalikan virus melalui pengujian massal yang cepat, penguncian yang ketat, dan pembatasan perjalanan yang ketat. Tetapi kasus baru telah muncul kembali dalam beberapa pekan terakhir, terutama di Provinsi Hebei utara di sekitar Beijing dan Provinsi Heilongjiang di timur laut.

(dka)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini