Jadi yang Pertama Disuntik Vaksin Covid-19 di Bengkulu, Gubernur Rohidin: Jangan Takut!

Demon Fajri, Okezone · Kamis 14 Januari 2021 14:46 WIB
https: img.okezone.com content 2021 01 14 340 2344391 jadi-yang-pertama-disuntik-vaksin-covid-19-di-bengkulu-gubernur-rohidin-jangan-takut-s7nR1obOxz.jpeg Gubernur Bengkulu jalani penyuntikan Vaksin Covid-19 (Foto: Okezone/Demon)

BENGKULU - Gubernur Bengkulu, Rohidin Mersyah, menjadi orang pertama yang disuntik vaksin Covid-19 Sinovac di provinsi berjuluk Bumi Rafflesia, Kamis (14/1/2021). Orang nomor wahid di Bengkulu itu menjalani vaksin di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) M Yunus Bengkulu.

Di mana Rohidin disuntik dokter M. Furkon selaku vaksinator dari RSUD M Yunus. Rohidin mengatakan, Vaksin Sinovac ini sudah teruji aman, legalisasinya dari BPOM dan MUI sudah dikeluarkan.

''Vaksin ini aman, dan sudah teruji Halal kemudian Emergency Use Authorization (EUA) juga sudah keluar,'' kata Rohidin.

Vaksin ini, kata Rohidin, merupakan salah satu langkah untuk memutus rantai penyebaran Covid-19. Pelaksanaan vaksinasi ini, sampai Rohidin, betul-betul nyaman, aman, dan tentu dilaksanakan oleh tenaga-tenaga kesehatan yang profesional.

''Saya pesankan ke masyarakat agar tidak ada ketakutan, keraguan lagi untuk melaksanakan vaksinasi, segera lakukan semoga ini menjadi langkah awal bersama untuk menang melawan virus COVID-19,'' tegas Rohidin.

Meskipun sudah dilakukan tahapan vaksinasi, lanjut Rohidin, kedisiplinan terhadap protokol kesehatan harus terus dilakukan, sebab bukan berarti setelah vaksinasi semua persoalan selesai.

''Dengan adanya vaksinasi perdana ini, harapan kita menjadi tonggak awal kemenangan bersama melawan wabah Covid-19,''jelas Rohidin.

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan, Provinsi Bengkulu, Herwan Antoni menyampaikan, proses vaksinasi ini dipantau dengan baik oleh Komisi Nasional Kejadian Ikutan Pasca Imunisasi (Komnas KIPI), dan apabila ada timbul gejala setelah vaksin, petugas akan langsung bertindak.

''Pelaksanaan vaksin sudah terdata dengan jelas, dan nanti akan dipantau. Jika timbul gejala ringan atau sedang akan segera ditindaklanjuti. Kegiatan ini sangat sistematis, karena datanya terekam dengan baik,'' pungkas Herwan.

(kha)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini