Berniat Balas Dendam Sambil Bawa Sajam, Sekelompok Pemuda Malah Mendekam

Agregasi KR Jogja, · Senin 18 Januari 2021 00:01 WIB
https: img.okezone.com content 2021 01 17 510 2346050 berniat-balas-dendam-sambil-bawa-sajam-sekelompok-pemuda-malah-mendekam-yaPaut4U9X.jpg Foto: Illustrasi Shutterstock

JOGJA - Kecewa lantaran temannya pernah di serang oleh sebuah geng, tiga orang pemuda merencanakan aksi balas dendam. Namun, sebelum aksi itu dilakukan, mereka sudah lebih dulu dicurigai dan kemudian ditangkap oleh warga saat melintasi Dusun Kaliberot, Desa Argomulyo, Kapanewon Sedayu, Bantul.

Kanit Reskrim Polsek Sedayu, Muji Raharjo mengungkapkan, tiga orang pemuda itu adalah OS (17), YP (22) dan KB (22). Dalam menjalankan aksinya, ketiganya menaiki sebuah sepeda motor matik bermerk Honda Vario.

Baca juga: Aksi Klitih di Perbatasan Gunungkidul, 2 Warga Disabet Clurit 

Muji menyebut, aksi ini dapat dikategorikan sebagai potensi klithih atau kegiatan yang berpotensi terjadinya kekerasan jalanan. Pasalnya, pelaku melakukan perjalanan melintasi Jalan Wates dari arah timur. Kemudian, ada sekelompok warga yang mengatasnamakan diri sebagai Garangan Reaksi Cepat [GRC] curiga dengan gelagat mereka.

“GRC tak langsung menangkap, melainkan mengikuti perjalanan pelaku sampai bahan bakar kendaraannya habis,” ujar Muji kepada Harianjogja.com, Minggu (17/1/2021).

 Baca juga: Polda DIY Terus Berantas Klitih di Tengah Pandemi Covid-19

Setelah motor berhenti, terduga pelaku sudah ada dalam kendali warga. Mereka melakukan pemeriksaan dan menemukan sebilah clurit. “Untungnya tak ada aksi main hakim sendiri,” tambah Muji.

Pada pukul 05.30 WIB, warga menyerahkan temuannya kepada petugas Polsek Sedayu. Berdasarkan keterangan yang diperoleh, tiga pemuda itu berniat melakukan aksi balas dendam.

“Mereka mengaku mau melakukan pembalasan terhadap salah anggota satu geng tertentu yang menurut keterangan pelaku pernah melukai salah satu di antara pelaku,” sebut Muji.

Sayangnya, Muji tak menyebutkan nama maupun identitas geng yang dimaksud. Ia hanya memastikan bahwa itu bukanlah geng sekolah. Aksi pembalasan dendam murni dilakukan karena dorongan masalah personal.

Atas kepemilikan sebilah clurit tadi, pelaku terbukti melanggar Pasal 2 Ayat 1 Undang Undang Darurat Nomor 12 Tahun 1951. Pelaku terancam hukuman maksimal 10 tahun penjara.

Selama bulan Oktober hingga Desember 2020, Polsek Sedayu mencatat ada 24 orang yang ditangkap karena diduga hendak melakukan aksi klitih atau kekerasan jalanan. Mereka semua adalah anak di bawah umur yang masih berstatus sebagai pelajar.

“Untungnya, mereka tidak membawa senjata tajam. Jadi, kami hanya memberikan pembinaan dan tidak membawa mereka ke meja hukum,” tutup Muji.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini