Kemudian, sambung Tito, bagaimana memperkuat soft approach dengan jajaran Binmas, di samping kinerja lain dalam penegakan hukum yang tegas. Itu juga soft approach yang lain dengan kegiatan Binmas terutama. Tito pun memohon dukungannya kepada Listyo Sigit, karena ini merupakan bagian tugasnya sebagai Mendagri untuk menyukseskan Pilkada 2020 yang saat ini memasuki sengketa di Mahkamah Konstitusi (MK).
"Saya menyampaikan mohon dukungan juga pada Pak Sigit, karena ini salah satu tugas dari Kemendagri, ujung tombak pemerintah dalam Pilkada. Sudah kita lalui Tapi masih ada ekornya, I sengketa di MK. Ini juga jangan sampai terjadi konflik. Ini memerlukan kerja sama Kemendagri dan didukung oleh stakeholder semuanya termasuk Polri," pinta Tito.
Baca Juga: Komjen Listyo Ternyata Sosok yang Hormati Guru dan Peduli Sekolahnya
Tito melanjutkan, pihaknya juga membicarakan tentang situasi di Sulawesi Tengah dan Papua, bagaimana kerja sama Polri dengan Kemendagri ke depannya. Di samping pihaknya juga membicarakan kerja sama Polri dengan Kemendagri dalam rangka saling mendukung untuk membantu Presiden Jokowi mengatasi masalah vaksinasi, pandemi, kemudian bagaimana agar bantuan sosial (bansos) cepat dan tepat sasaran.
"Karena salah satu pesan dari bapak presiden, adalah untuk membuka iklim investasi yang baik, kondusif, baik untuk dalam negeri, swasta, maupun dari luar negeri. Iklim ini perlu didukung oleh semua pihak, termasuk Kemendagri khususnya jajaran pemerintah daerah dan itu saya meminta pada Pak Kapolri, Pak Sigit. Nanti saya sampaikan ke Pak Kapolri langsung saja. Insya Allah tak ada halangan. Untuk juga sama-sama membangun iklim itu. Jangan sampai ada pungutan liar yang bisa menghambat investasi," ungkap Tito.
(Arief Setyadi )