BMKG: Waspada Potensi Curah Hujan Tinggi di Kalimantan Selatan

Tim Okezone, Okezone · Senin 18 Januari 2021 09:12 WIB
https: img.okezone.com content 2021 01 18 340 2346174 bmkg-waspada-potensi-curah-hujan-tinggi-di-kalimantan-selatan-kIN4lWQqCp.jpg Banir di Kalsel (Foto : BNPB)

JAKARTA - Cuaca ekstrem yang terjadi pada 12-15 Januari 2021, yakni hujan lebat disertai kilat/petir dan angin kencang, berdampak banjir di sebagian besar wilayah Kabupaten/Kota di Kalimantan Selatan yakni Banjarmasin, Banjarbaru, Banjar,Tanah Laut, Barito Kuala, Tapin, Hulu Sungai Selatan, Hulu Sungai Utara, Balangan dan Tabalong.

Berdasar keterangan terulis dari badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG), Senin (18/1/2021), curah hujan dengan intensitas tinggi tercatat di Stasiun Meteorologi Syamsudin Noor Banjarmasin pada tanggal 10 Januari 2021 sebesar 125 mm, tanggal 11 Januari 2021 sebesar 30 mm, tanggal 12 Januari 2021 sebesar 35 mm, tanggal 13 Januari 2021 sebesar 51 mm, tanggal 14 Januari 2021 sebesar 249 mm dan tanggal 15 Januari 2021 sebesar 131 mm.

Dari data tersebut, terlihat akumulasi jumlah curah hujan selama 2 hari di Stasiun Meteorologi Syamsudin Noor mencapai 300 mm, yang jika dibandingkan pada normal jumlah curah hujan bulanan Januari sebesar 394 mm, maka kondisi ini tergolong dalam kondisi ekstrem.

Cuaca ekstrem ini dipicu oleh kondisi dinamika atmosfer di wilayah Kalimantan Selatan yang labil. Adanya pergerakan suplai uap air dari Pasifik Timur ke Pasifik Barat (La Nina) serta suhu muka laut yang lebih hangat dari normalnya, mengakibatan aktivitas potensi pembentukan awan hujan di wilayah Indonesia terutama di wilayah Kalimantan Selatan menjadi lebih signifikan.

Selain itu, adanya pusaran angin tertutup (Sirkulasi Eddy) di sekitar Kalimantan mengakibatkan terbentuknya daerah pertemuan angin (konvergensi) di wilayah Laut Jawa hingga Kalimantan bagian Selatan dan Timur. Kondisi ini berpotensi menambah massa uap air dari Laut Jawa yang menyebabkan terjadinya pertumbuhan awan-awan konvektif yang masif di sekitar Kalimantan Selatan.

Baca Juga : BMKG Bantah Keluarkan Imbauan Warga untuk Eksodus Tinggalkan Mamuju

Secara umum bulan Desember 2020 dan Januari 2021 merupakan puncak musim hujan di wilayah Kalimantan Selatan kecuali Kabupaten Kotabaru pada Mei dan Juni 2021, sehingga hujan yang terjadi pada bulan-bulan tersebut merupakan hujan yang turun secara kontinyu.

BMKG Syamsudin Noor Banjarmasin telah membuat peringatan dini potensi hujan lebat yang dapat disertai kilat/petir dan angin kencang yang diterbitkan tanggal 10 Januari 2021 mulai pukul 01.00 WITA hingga 15 Januari 2021 pukul 17.00 WITA. Peringatan dini tersebut dikirim melalui media sosial (Telegram dan WhatsApp) ke BPBD Propinsi/Kabupaten/Kota Kalimantan Selatan. Informasi Peringatan Dini Cuaca juga disebarluaskan melalui BIN, Polda Intel PAM Polda Kalimantan Selatan, Intel PAM TNI AU, Dinas PUPR dan ORARI.

Prospek tiga hari ke depan, hampir seluruh wilayah Kalimantan Selatan masih berpotensi terjadi hujan dengan intensitas ringan. Namun, yang perlu diwaspadai adalah beberapa daerah di Kalimantan Selatan bagian Selatan dan Barat seperti wilayah Banjarmasin, Banjarbaru, Kab.Banjar, Tanah Laut, Barito Kuala, Tapin dan Hulu Sungai Selatan dimana wilayah-wilayah ini berpotensi terjadi hujan dengan intensitas sedang.

Intensitas hujan secara umum akan meluruh pada akhir Januari, namun ada peningkatan kembali pada awal Februari dlm kondisi normal sebagaimana siklus musim hujan.

Masyarakat dihimbau agar tetap waspada dan berhati-hati terhadap potensi cuaca ekstrim dan dampak yang dapat ditimbulkan seperti banjir, tanah longsor, banjir bandang, genangan, pohon tumbang, dan jalan licin. Masyarakat juga dihimbau agar terus memperbaharui perkembangan informasi dari BMKG dengan memanfaatkan kanal media sosial infoBMKG, atau langsung menghubungi kantor BMKG terdekat.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini