Listyo Sigit Prabowo Dinilai Sosok yang Memanusiakan Manusia

Agregasi Solopos, · Senin 18 Januari 2021 05:43 WIB
https: img.okezone.com content 2021 01 18 512 2346102 listyo-sigit-prabowo-dinilai-sosok-yang-memanusiakan-manusia-r1tM2KYhae.jpg Listyo Sigit Prabowo (Foto : Okezone.com)

SOLO - Ketua Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (NU) Solo, Mashuri, mendukung mantan Kapolresta Solo tahun 2011, Komjen Pol Listyo Sigit Prabowo, sebagai calon Kapolri. Ia menilai Listyo sebagai sosok rendah hati. Komjen Pol Listyo Sigit menjadi calon tunggal Kapolri menggantikan Jenderal Pol Idham Aziz yang hendak pensiun.

Mashuri berpendapat pemilihan Komjen Listyo Sigit telah mempertimbangkan kapasitas, integritas, profesionalitas, dan prestasi. Kepala Badan Reserse dan Kriminal (Kabareskrim) Polri itu dinilai dapat merangkul seluruh elemen termasuk para ulama.

PC NU Solo, sambungnya, memilih husnuzon atau berprasangka baik dengan pilihan Presiden Joko Widodo mengenai calon Kapolri itu. “Saat bertugas di Solo, Pati, Semarang dan di mana saja bertugas selalu dekat dengan ulama. Yang saya kenal, sifat beliau [Listyo] rendah hati, ramah, serta memanusiakan manusia,” paparnya kepada Solopos.com, yang menghubunginya, Minggu (17/1/2021) malam.

Ia menambahkan saat bertugas sebagai Kapolresta Solo, Komjen Listyo Sigit selalu bersilaturahmi dengan para ulama khususnya NU. Sehingga komunikasi dengan seluruh elemen berjalan dengan baik.

Karenanya, ia berharap Komjen Listyo Sigit dapat menjalankan tugas dari Presiden Joko Widodo dengan baik seperti transpransi penegakan hukum serta terus meningkatkan perbaikan internal.

Modern dan Terpercaya

“Slogan modern dan terpercaya harus selalu ditingkatkan. Berbagai pendapat kepada kepolisian harus disikapi dengan baik. Kalau internal baik dampak ke masyarakat juga baik,” paparnya.

Baca Juga : Kompolnas Nilai Pencalonan Listyo Jadi Calon Kapolri Bukti Regenerasi Berjalan

Mashuri menceritakan saat menjabat Kapolresta Solo, calon Kapolri Komjen Listyo Sigit pernah datang ke acara haul keluarga Ketua PC NU saat itu yang merupakan pamannya.

Komjen Listyo Sigit datang memakai baju koko dan memakai peci berwarna hitam. Beberapa kali Komjen Listyo mengajak berbicara kepada seluruh anggota NU yang datang.

Sementara itu, Ketua GP Ansor, Arif Syarifuddin, mengaku mengenal Komjen Listyo Sigit saat menjabat sebagai Kapolresta Solo. Ia menilai sosok Komjen Listyo Sigit merupakan sosok amanah dan baik hati.

Karenanya ia mendoakan selama masa kepemimpinannya, Polri dapat menjadi lebih baik. Sebagai informasi, Komjen Listyo Sigit menjabat sebagai Kapolresta Solo pada 2011. Saat itu ia menangani kasus bom bunuh diri di GBIS Kepunton.

Saat awal menjabat sebagai Kabareskrim, Komjen Listyo Sigit mengungkap kasus penyiraman air keras penyidik KPK Novel Baswedan dengan tersangka oknum kepolisian. Lalu, ia memimpin langsung penangkapan Djoko Tjandra pada Juli 2020 di Malaysia.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini