Satu Pedagang Meninggal Positif Covid-19, Pasar di Blitar Lockdown

Solichan Arif, Koran SI · Selasa 19 Januari 2021 07:54 WIB
https: img.okezone.com content 2021 01 19 519 2346777 satu-pedagang-meninggal-positif-covid-19-pasar-di-blitar-lockdown-QnGhCZZzbj.jpg Pasar di Blitar lock down setelah satu pedagang meninggal karena positif Covid-19 (Foto : Sindo/Solichan)

BLITAR - Pasar tradisional Ngentak di Desa Dayu, Kecamatan Nglegok Kabupaten Blitar ditutup sementara, menyusul meninggalnya satu pedagang dengan terkonfirmasi positif Covid-19. Mulai Senin (18/1) hingga tiga hari ke depan, para pedagang dilarang berjualan.

"Ini untuk memutus rantai penyebaran," ujar Kepala Desa Dayu Nur Rifai kepada wartawan Senin (18/1/2021).

Pedagang yang meninggal dunia diduga terpapar dari klaster keluarga. Saat ini petugas masih melakukan tracing terhadap semua yang pernah berkontak erat.

Sementara dengan peristiwa yang terjadi, kata Nur Rifai, di pintu masuk pasar Dayu langsung dipasang spanduk pengumuman penutupan sementara. Menurut dia, ada sebanyak 182 pedagang yang berjualan di pasar Ngentak Desa Dayu.

Dengan kasus yang terjadi, satu satunya langkah yang paling tepat diambil hanya lockdown. "Selama penutupan ini dilakukan sterilisasi, yakni penyemprotan desinfektan secara menyeluruh," kata Nur Rifai.

Rencananya, petugas akan kembali membuka pasar Dayu pada Rabu 20 Januari 2021.

Sementara hingga 18 Januari ini, jumlah kasus positif Covid-19 di wilayah Kecamatan Nglegok sebanyak 19 kasus. Kendati demikian jumlah kasus positif tertinggi masih ditempati Kecamatan Kanigoro, yakni 63 kasus.

Baca Juga : Pasien Covid-19 Meninggal di Taksi Online, Begini Ketersediaan RS di Depok

Kemudian Kecamatan Talun 40 kasus, Kecamatan Udanawu 38 kasus, Kecamatan Wlingi serta Kecamatan Wonodadi masing masing 28 kasus. Sementara terhitung secara akumulatif hingga 18 Januari 2021, jumlah kasus positif Covid-19 di Kabupaten Blitar mencapai 2.793 kasus.

Perinciannya, 2.112 sembuh, 200 orang meninggal dunia, 139 orang menjalani perawatan di rumah sakit dan selebihnya diisolasi.

(aky)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini