Pidato Perpisahan, Trump Panjatkan Doa Menyentuh untuk Biden

Susi Susanti, Koran SI · Rabu 20 Januari 2021 09:35 WIB
https: img.okezone.com content 2021 01 20 18 2347482 pidato-perpisahan-trump-panjatkan-doa-menyentuh-untuk-biden-3s4XUjUOX9.jpg Foto: Mirror

WASHINGTON – Melalui pidato perpisahannya, Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengatakan akan mendoakan pemerintahan baru yang akan dipimpin Presiden AS terpilih Joe Biden.

Namun Trump enggan menyebut nama Joe Biden. “Minggu ini, kami meresmikan pemerintahan baru dan berdoa untuk keberhasilannya dalam menjaga keamanan dan kemakmuran Amerika,” ungkapnya melalui video perpisahan itu.

“Kami menyampaikan harapan terbaik kami, dan kami juga ingin mereka beruntung,” ujarnya.

“Sekarang, saat saya bersiap untuk menyerahkan kekuasaan kepada pemerintahan baru pada Rabu siang , saya ingin Anda tahu bahwa gerakan yang kami mulai baru saja dimulai,” bebernya.

“Saya pergi dari tempat yang megah ini dengan hati yang setia dan gembira serta semangat optimistis, dan keyakinan tertinggi bahwa yang terbaik masih akan datang untuk negara kita dan untuk anak-anak kita,: lanjutnya.

(Baca juga: Perkenalkan, Lelaki Ini Mirip dengan Joe Biden)

Di pidatonya ini Trump juga membeberkan pencapaiannya selama menjadi orang nomor satu di pidato perpisahan sebelum dia meninggalkan kantor kepresidenan.

Dia menjelaskan pencapaiannya termasuk membangun “ekonomi terbesar” yang pernah ada, mengamankan kesepakatan perdamaian bersejarah di Timur Tengah (Timteng), membuat anggota NATO berkontribusi lebih secara finansial, mengumpulkan negara-negara untuk berdiri di hadapan China “tidak seperti sebelumnya”, dan tidak memulai perang baru.

(Baca juga: Koki Ini Ditangkap Polisi Gegara Bikin Kue Berbentuk Kelamin dan Pakaian Dalam)

Dia juga menegaskan dirinya berhasil membangun lebih dari 450 mil tembok baru yang kuat.

Dia juga mengecam kerusuhan yang terhadi di Gedung Capitol. “Semua orang Amerika ngeri dengan serangan di Capitol. Kekerasan politik adalah serangan terhadap segala sesuatu yang kami hargai sebagai orang Amerika,” terangnya, dikutip Mirror.

“Itu tidak akan pernah bisa ditolerir. Sekarang, saat saya bersiap untuk menyerahkan kekuasaan kepada pemerintahan baru pada siang hari Rabu, saya ingin Anda tahu bahwa gerakan yang kita mulai baru saja dimulai. Tidak pernah ada yang seperti itu,” lanjutnya.

(sst)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini