Hasil Rapid Test Reaktif Corona, 1 Keluarga Pengungsi Gempa Sulbar Diisolasi

Antara, · Rabu 20 Januari 2021 13:42 WIB
https: img.okezone.com content 2021 01 20 340 2347650 hasil-rapid-test-reaktif-corona-1-keluarga-pengungsi-gempa-sulbar-diisolasi-7nRoEdxAss.jpg Foto: Illustrasi Shutterstock

MAKASSAR - Satu keluarga pengungsi gempa di Sulawesi Barat yang terdiri dari empat orang ditampung, dan harus diisolasi di hotel Duta Wisata Covid-19 yang merupakan lokasi karantina karena hasil rapid antigen reaktif.

Kadis Kesehatan Sulsel menyarankan satu keluarga ini diisolasi terlebih dahulu untuk kemudian dilakukan tes PCR.

Gubernur Sulsel HM Nurdin Abdullah mengatakan, jumlah pengungsi yang telah tiba melalui Lanud Hasanuddin per 19 Januari 2021, sebanyak 686 orang.

Baca juga:  Soal Vaksinasi di Daerah Bencana, Satgas : Pemerintah Fokus Penanganan Bencana

Sebagian besar langsung dijemput oleh keluarganya. Selain di Aula Dinas Sosial, Pemprov juga menyiapkan Asrama Haji dan UPT Inang Matutu.

"Ini kita lagi buka Asrama Haji, ini pengungsi yang datang sampai hari ini kita sudah siapin Asrama Haji, tapi masih lebih banyak langsung ke keluarga," katanya.

Baca juga:  Berdiri di Tengah Reruntuhan Kantor Gubernur Sulbar, Jokowi: Penanganan Bencana Sedang Berjalan

Nurdin mengaku telah berkoordinasi dengan Kepala Kanwil Kementerian Agama Sulawesi Selatan untuk penyiapan lokasi penampungan ini.

"Saya kira itu bagus juga, kecuali yang tidak ada keluarga mau mengungsi ke sini kita siapin asrama haji, saya sudah komunikasi dengan Kanwil untuk itu," sebutnya.

 

Termasuk untuk bagi pengungsi yang membutuhkan penanganan medis dan kesehatan. Mereka juga yang tiba dilakukan rapid antigen.

"Jelas ini sudah mulai bergerak semua. Jadi kita siapin klinik, bagian serius kita rujuk ke rumah sakit. Di Rumah Sakit Pendidikan Unhas," jelasnya.

Adapun mereka yang ditampung di UPT Inang Matutu sebanyak 84 orang terdiri dari balita 11 orang, anak-anak 13 orang, remaja 17 orang dan orang dewasa 43 orang.

Sedangkan di Asrama Haji Sudiang sebanyak 28 orang, terdiri dari bayi 2 orang dan orang dewasa 26 orang.

Rata-rata pengungsi masih trauma, sehingga dilakukan trauma healing oleh peksos dan tim psikososial. Selain itu juga anak-anak diberikan mainan edukatif selama di penampungan. Di lokasi juga sudah dibuka dapur umum.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini