Menurut dia, penurunan tanah ini merupakan salah satu ancaman bencana yang terjadi dalam waktu yang relatif lama (silent killer), namun berdampak cukup luas yang umumnya terjadi di wilayah-wilayah perkotaan, industri, dan pemukiman padat.
Sebagian besar wilayah yang mengalami dan yang berpotensi mengalami penurunan tanah sebagian besar berada di wilayah-wilayah pesisir.
Menurut Kepala Pusat Air Tanah Geologi Tata Lingkungan Andiani, penurunan muka tanah di Pekalongan bukan karena masifnya penyerapan air, tetapi karena kondisi tanah lunak di kawasan tersbeut dengan ketebalan mencapai 40 meter. Penurunan juga bukan disebabkan aktivitas tektonik.
(Qur'anul Hidayat)
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.