“Dan hasil monitoringnya mengatakan bahwa beberapa daerah secara nasional ada 29 kabupaten/kota masih berisiko tinggi dari 73 kabupaten/kota. Kemudian, 41 kabupaten/kota risiko sedang. Dan 3 kabupaten/kota risiko tinggi,” ungkapnya.
Sementara itu dari 7 provinsi terlihat masih ada peningkatan kasus di 5 provinsi. Hanya Provinsi Banten dan Yogyakarta yang mengalami penurunan. Kemudian, kasus mingguan di 52 kabupaten/kota masih mengalami kenaikan. Sementara 21 mengalami penurunan. Lalu kasus aktif 46 kabupaten/kota masih ada peningkatan, 24 kabupaten/kota menurun dan 3 kabupaten/kota tetap.
“Kemudian, yang terkait dengan tingkat kematian 44 kabupaten/kota masih mengalami kenaikan. Dan 29 kabupaten/kota turun. Dan kesembuhan 33 kabupaten/kota mengalami penurunan, 34 meningkat dan 6 tetap,” ujarnya.
Baca Juga: Rapid Test Antigen Kembali Digelar di Rest Area dan Pintu Masuk Jabar
Untuk perpanjangan ini akan kembali dikeluarkan instruksi Mendagri. “Diharapkan masing-masing gubernur bisa mengevalusi daripada parameter tingkat kesembuhan di bawah nasional, kematian di atas nasional, positivity ratediatas nasional, bed occupancy rate di atas nasional,” pungkasnya.
(Arief Setyadi )
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.