Model yang Berfoto Telanjang di Depan Masjid Hagia Sophia Akhirnya Minta Maaf

Susi Susanti, Koran SI · Jum'at 22 Januari 2021 06:32 WIB
https: img.okezone.com content 2021 01 22 18 2348782 model-yang-berfoto-telanjang-di-depan-masjid-hagia-sophia-akhirnya-minta-maaf-JxXT8Rc0SS.jpg

 TURKI - Model Playboy akhirnya meminta maaf setelah melakukan pemotretan bugil di Turki.

Diketahui pemotretan kontroversial Marisa Papen memicu kemarahan dua tahun lalu, ketika dia memamerkan tubuhnya yang telanjang di luar Hagia Sophia.

Penduduk setempat dibuat shock dan marah dengan foto-fotonya yang menunjukkan kemaluannya di landmark keagamaan Istanbul yang berdiri sejak 537 Masehi itu.

“Saya ingin meluangkan waktu sejenak untuk menjelaskan alasan dan filosofi saya,” ujarnya, dikutip Daily Star..

“Saat saya berkunjung ke Turki pada 2018, itu dalam semangat cinta, didorong oleh mimpi persatuan,” terangnya.

“Pekerjaan saya sering dilihat sebagai kontroversial, tetapi sebenarnya hanya tubuh manusia yang berdiri untuk kesetaraan dan kebebasan,” ungkapnya.

“Saya menciptakan beberapa citra yang mengungkapkan pemisahan antara mengikuti dan kebebasan,” bebernya.

(Baca juga: Beragam Komentar dan Harapan Massa Usai Joe Biden Resmi Jadi Presiden AS)

“Niat saya adalah untuk menginspirasi perubahan positif, untuk menutup celah dan untuk menerangi apa yang tersembunyi atau tertekan dalam bayang-bayang masyarakat,” lanjutnya.

“Kepada orang-orang yang mungkin saya sakiti dengan pernyataan artistik saya, saya minta maaf,” lanjutnya.

Dia menjelaskan saat pemotretan itu, dirinya tidak melihat ada yang salah dengan jepretannya.

Melalui postingan di blog, model asal Belgia itu menyiratkan jika “stripping off” adalah protes terhadap tirani agama.

(Baca juga: Perintah Eksekutif Biden : Cabut Larangan Perjalanan Muslim hingga Hentikan Pembangunan Tembok Perbatasan)

“Ini semua tentang pesan, dan pesannya adalah tentang membuat orang berpikir sendiri melalui citra kita,” terangnya.

“Kami mencoba untuk membantu orang-orang membebaskan diri dari pemenjaraan mental mereka oleh pemerintah dan agama di planet ini,” ungkapnya.

“Kami semua menjadi begitu buta dan bodoh sehingga kami menerimanya,” jelasnya.

“Kami tidak mempertanyakan apapun lagi. Semuanya dikontrol, dimanipulasi,” lanjutnya.

Meski tidak terlihat menyesal dua tahun lalu, namun sejak itu dia berubah pikiran.

Dia pun akhirnya mengeluarkan permintaan maaf kepada orang-orang Turki, yang kemungkinan akan menghadapi tuntutan hukuman penjara.

Meskipun aktivisnya yang telanjang telah banyak dikritik di masa lalu, Marisa tidak berencana untuk menghentikan pemotretannya dalam waktu dekat.

“Gambaran yang lebih besar ada di luar tabir,” ujarnya.

“Saya sangat berkomitmen untuk menormalkan dan merayakan tubuh manusia,” terangnya.

“Alangkah baiknya jika Anda mau bergabung!”, tambahnya.

(amr)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini