PM Mongolia Mundur karena Skandal Perlakuan Ibu Pasien Covid-19 di Rumah Sakit

Rahman Asmardika, Okezone · Jum'at 22 Januari 2021 14:05 WIB
https: img.okezone.com content 2021 01 22 18 2349021 pm-mongolia-mundur-karena-skandal-perlakuan-ibu-pasien-covid-19-di-rumah-sakit-5HAOsA1QLo.jpg Perdana Menteri Mongolia Ukhaanagiin Khurelshuk. (Foto: Reuters)

ULAN BATOR - Perdana Menteri Mongolia Ukhnaagiin Khurelsukh telah mengumumkan pengunduran dirinya, setelah seorang wanita yang baru saja melahirkan tidak diberi pakaian hangat saat dipindahkan untuk karantina Covid-19.

"Dua hari lalu, seorang wanita diangkut ke Pusat Nasional untuk Penyakit Menular dengan cara yang tidak bertanggung jawab dan tidak manusiawi," kata PM pada Kamis (21/1/2021). Dia meminta maaf atas kejadian tersebut.

BACA JUGA: Matriarki di Eropa, Wanita Tua Kerjakan Semua Hal

“Saya seorang ayah. Itu adalah pengalaman yang memilukan bagi saya sebagai ayah dan perdana menteri," ujarnya sebagaimana dilansir RT.

Khurelsukh mengatakan dia telah berencana untuk bekerja dengan "seluruh tim" di kabinet, tetapi itu menjadi tidak mungkin setelah wakil perdana menteri dan menteri kesehatan negara itu mengundurkan diri pada Rabu (20/1/2021).

“Oleh karena itu, Perdana Menteri harus memikul tanggung jawab pada dirinya sendiri dan menerima permintaan dari publik,” kata Khurelsukh.

Menurut kantor berita Montsame, pada Selasa (19/1/2021), seorang kru televisi merekam seorang wanita dan bayinya yang baru lahir dipindahkan dari bangsal bersalin ke rumah sakit penyakit menular di mana dia akan dikarantina.

BACA JUGA: Hari Pertama Usai Lengser dari Gedung Putih, Trump Bermain Golf

Masyarakat marah karena wanita itu hanya mengenakan hoody, celana olahraga, dan sandal saat dia diangkut dalam cuaca dingin ke ambulans oleh seorang pekerja medis dengan perlengkapan pelindung. Wanita itu telah didiagnosis dengan Covid-19 sebelumnya hari itu.

Video itu dengan cepat menjadi viral, mendorong orang-orang untuk menggelar unjuk rasa di ibu kota negara itu, Ulan Bator, untuk menuntut agar para pejabat dimintai pertanggungjawaban atas perawatannya.

Rumah sakit telah meminta maaf kepada wanita dan keluarganya.

Mongolia, negara dengan 3,2 juta penduduk, memiliki 1.584 kasus virus corona dan dua kematian akibat penyakit itu.

(dka)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini