Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Bantah Bupati Sleman Positif Usai Suntik Vaksin Covid-19, Kemenkes: Vaksin Bukan Penyebabnya

Binti Mufarida , Jurnalis-Jum'at, 22 Januari 2021 |16:29 WIB
Bantah Bupati Sleman Positif Usai Suntik Vaksin Covid-19, Kemenkes: Vaksin Bukan Penyebabnya
Vaksin Covid-19.(Foto:Dok Okezone)
A
A
A

JAKARTA - Juru Bicara Vaksinasi Covid-19 dari Kementerian Kesehatan (Kemenkes), dr Siti Nadia Tarmidzi menegaskan, vaksin Covid-19 dari Sinovac bukan penyebab Bupati Sleman Sri Purnomo dinyatakan positif Covid-19.

Diketahui, Sri Purnomo positif Covid-19 beberapa hari usai disuntik vaksin dari Sinovac, di mana penyuntikan vaksin Covid-19 dilakukan pada 14 Januari lalu dan dinyatakan positif pada Rabu, 20 Januari.

“Bahwa vaksin Covid-19 yang diberikan pada Bupati Sleman berjenis inactivated, sehingga vaksin bukan penyebab bisa positif,” tegas Nadia dalam keterangannya, Jumat (22/1/2021).

Baca Juga: Dokter Alumnus UNS Soroti Tren Kasus Covid-19 Derajat Sedang hingga Kritis

Nadia menjelaskan, jika melihat sequence waktunya, sangat mungkin pada saat Bupati divaksin, ia sudah dalam masa inkubasi, artinya sudah terpapar virus tapi belum bergejala. Meski demikian, kejadian ini tetap dilaporkan sebagai KIPI.

Baca Juga: Bupati Sleman Positif Covid-19 Usai Vaksinasi, Dinkes: Bukan Disebabkan Vaksin Sinovac!

“Secara alamiah, waktu antara paparan dan munculnya gejala/load virus sedang tinggi adalah sekitar 5-6 hari (waktu yang pas, karena di vaksin tanggal 14 Januari sementara hasil swab PCR positif tanggal 20 Januari),” jelasnya.

Nadia mengatakan bahwa dari awal juga sudah ditekankan bahwa vaksinasi Covid-19 memang membutuhkan dua kali dosis penyuntikan. “Sebab sistem imun perlu waktu lewat paparan yang lebih lama untuk mengetahui bagaimana cara efektif melawan virus,” katanya.

Halaman:
      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement