Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Menkes Geram Lihat Testing Covid-19 di Indonesia Salah Sasaran

Arie Dwi Satrio , Jurnalis-Sabtu, 23 Januari 2021 |01:00 WIB
Menkes Geram Lihat Testing Covid-19 di Indonesia Salah Sasaran
Menkes Budi Gunadi Sadikin (Foto : Okezone.com)
A
A
A

JAKARTA - Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin mengungkapkan kekesalannya terkait cara pengujian atau testing untuk mendeteksi penyebaran virus corona (Covid-19) di Indonesia. Sebab, menurutnya, sistem atau cara testing di Indonesia tidak tepat sasaran.

Budi menceritakan, dirinya kerap bolak-balik di test swab Polymerase Chain Reaction (PCR) saat akan bertemu dengan presiden. Padahal, tes swab tersebut seharusnya dilakukan terhadap orang yang suspek atau pernah kontak dengan mereka yang terpapar Covid-19.

Demikian diungkapkan Budi Gunadi saat mengikuti diskusi "Vaksin dan Kita" yang diselenggarakan secara daring oleh Komite Pemulihan dan Transformasi Ekonomi Daerah Jawa Barat, pada Rabu, 20 Januari 2021. Diskusi tersebut kemudian ditayangkan oleh akun YouTube PRMN SuCi dan diakses MNC Portal pada Sabtu (23/1/2021).

"Kita tuh enggak disiplin, cara testingnya salah, testingnya banyak, tapi kok naik terus, habis di tes orang kaya saya, setiap kali mau ketemu presiden di tes, ketemu presiden, dites, barusan saya di swab, seminggu bisa lima kali swab kalo saya masuk istana, emang bener gitu?," ungkap Budi.

"Kan testing enggak gitu seharusnya, testing itu kan epidemiologi kalau kata temen-temen dokter, bukan testing mandiri, yang dites itu orang yang suspek, bukan orang mau pergi kaya Budi Sadikin menghadap presiden," imbuhnya.

Budi menekankan, angka testing yang sesuai standar organisasi kesehatan dunia WHO, bisa dengan mudah terpenuhi oleh Indonesia bila caranya seperti itu. Namun, cara testing tersebut adalah salah dan kurang tepat sasaran.

"Nanti 5 kali standar WHO terpenuhi tuh, 1 per 1.000 per minggu, tapi enggak ada gunanya testingnya secara epidemiologi, itu yang harus diberesin," ucapnya.

Halaman:
      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement