Buronan Gembong Narkoba Terbesar dalam Sejarah Asia Ditangkap di Belanda

Susi Susanti, Koran SI · Senin 25 Januari 2021 08:01 WIB
https: img.okezone.com content 2021 01 25 18 2350134 buronan-gembong-narkoba-terbesar-dalam-sejarah-asia-ditangkap-di-belanda-c7uMbs3ua7.jpg Foto: CNN

Menurut seorang pejabat yang mengetahui langsung penyelidikan tersebut Sam Gor diduga memiliki operator yang bekerja di seluruh dunia, dengan pemain di Korea Selatan (Korsel), Inggris, Kanada, dan Amerika Serikat (AS).

Dokumen-dokumen tersebut menggambarkan Sam Gor sebagai “jaringan seperti tiga serangkai” - rujukan ke geng etnis China yang beroperasi di Asia dan Amerika Utara - tetapi lebih mobile dan dinamis. Keberadaan kelompok tersebut terungkap pada tahun 2016 setelah seorang pengedar narkoba Taiwan ditangkap di Yangon, Myanmar, dalam penjelasan tersebut.

Investigasi lebih lanjut mengungkapkan pada 2018, organisasi ini menghasilkan antara USD8 miliar (Rp112 triliun) dan USD17,7 miliar (Rp248 triliun) dari hasil ilegal setahun. Organisasi ini menggunakan kasino di Asia Tenggara untuk mencuci sebagian besar hasil penjualan tersebut.

AFP mengatakan surat perintah dikeluarkan untuk penangkapan Tse pada 2019 sehubungan dengan operasi yang menargetkan Sam Gor.

“Sindikat tersebut menargetkan Australia selama beberapa tahun, mengimpor dan mendistribusikan narkotika ilegal dalam jumlah besar, mencuci keuntungan di luar negeri dan hidup dari kekayaan yang diperoleh dari kejahatan,” kata AFP dalam sebuah pernyataan.

Tse diduga menjalankan operasi bernilai miliaran dolar dari Hong Kong, Makau, dan Asia Tenggara. Tapi namanya - atau keberadaannya - tidak diketahui publik sampai dia diungkapkan oleh investigasi Reuters yang diterbitkan pada 2019.

Juru bicara kepolisian Belanda Thomas Aling mengatakan Tse diperkirakan akan diekstradisi setelah menghadap hakim. Pihak berwenang di Belanda tidak dapat memberikan rincian tentang proses hukum dan tidak jelas apakah Tse memiliki pengacara.

Ini bukan pertama kalinya Tse berurusan dengan penegakan hukum. Sebelumnya Tse mengaku bersalah atas tuduhan kejahatan narkotika di AS pada 2000 dan dijatuhi hukuman sembilan tahun penjara. Rincian seputar kasus itu terbatas karena masih disegel, tetapi sumber tersebut mengatakan dia dibebaskan pada 2006 dan kembali ke Kanada sebelum pindah ke Hong Kong.

(sst)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini