Sebarkan Berita Bohong Tentang Vaksin, PNS Honorer Terancam 6 Tahun Penjara

Uun Yuniar, iNews · Kamis 28 Januari 2021 18:13 WIB
https: img.okezone.com content 2021 01 28 340 2352550 sebarkan-berita-bohong-tentang-vaksin-pegawai-honorer-terancam-6-tahun-penjara-u64lrzLzkg.jpg Ilustrasi (Foto : Shutterstock)

PONTIANAK - Direktorat Reserse kriminal khusus Polda Kalimantan Barat menangkap seorang bernama Agus, terduga pelaku penyebar berita bohong terkait vaksinasi Covid-19. Pelaku adalah PNS honorer di salah satu pemerintahan di kalbar, ia kini terancam 6 tahun penjara.

Akibat perbuatannya, Agus mengaku menyesal namun sedikit heran kenapa dirinya yang ditangkap. Padahal, di dalam kolom komentar tersebut banyak yang tidak setuju dengan vaksinasi.

Warga Pontianak Selatan ini pun diamankan petugas direktorat reserse kriminal khusus Polda Kalimantan Barat, setelah menyebarkan berita bohong di salah satu grup sosial media.

Dalam unggahannya, pelaku menyebutkan jika vaksinasi tersebut merupakan virus penyakit yang dapat berdampak penyakit bagi manusia dengan rentang 4 hingga 6 bulan setelah menerima suntikan vaksin.

Selain itu, dalam postingan tersebut agus mengajak masyarakat untuk tidak menerima vaksin. Sehingga hal itu menyebabkan pengaruh buruk terhadap masyarakat.

"Pelaku mengajak masyarakat tidak menerima vaksin," ujar Wadirkrimsus Polda Kalbar, AKBP Pratomo Setiawan, Kamis (28/1/2021).

Baca Juga : Seorang Anak Terlindas Mobil Terekam CCTV

Sementara, Agus bersikeras kenapa hanya dirinya yang ditangkap, padahal banyak komentar yang berbau makian tentang vaksin tersebut. "Kenapa cuma saya yang ditangkap?" kata Agus.

Akibat perbuatanya, Agus dikenakan pasal tentang UU ITE, dalam Pasal 45A Ayat (1) dengan ancaman 6 tahun penjara. Selain itu, Agus pun terancam pemutusan kontrak kerja sebagai honorer.

(aky)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini