Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Jenazah Covid-19 yang Dimakamkan Meningkat, Jumlah Penggali Makam di TPU Bambu Apus Ditambah

Okto Rizki Alpino , Jurnalis-Jum'at, 29 Januari 2021 |19:31 WIB
Jenazah Covid-19 yang Dimakamkan Meningkat, Jumlah Penggali Makam di TPU Bambu Apus Ditambah
Pemakaman jenazah korban Covid-19 di TPU Pondok Ranggon, Jakarta Timur. (Foto : Okezone.com/Arif Julianto)
A
A
A

JAKARTA - Penggali makam di TPU Bambu Apus, Jakarta Timur, diperbanyak. Jika sebelumnya hanya ada 29 petugas, kini menjadi 70 orang.

"Ini diperbanyak lantaran setiap harinya jenazah Covid-19 yang dimakamkan di TPU ini terus meningkat. Tanggal 27 lalu sebanyak 52 jenazah dimakamkan dalam sehari," kata Pengawas Pelaksana Khusus Pemakaman Covid-19 TPU Bambu Apus, Muhaemin saat dikonfirmasi di Jakarta Timur, Jumat (29/1/2021).

Blok khusus jenazah Covid-19 di TPU Bambu Apus yang dibuka pada Kamis (21/1/2021), jumlah jenazah yang dimakamkan per hari berkisar belasan. Oleh karena itu, untuk mempercepat proses pemakaman serta mengacu dari protokol kesehatan, jenazah harus dimakamkan enam jam dari waktu kematian.

"Sebelumnya dalam sehari ada 16 orang penggali makam yang bertugas. Sekarang ditambah menjadi 25-30 orang per harinya. Untuk waktu tugas mereka dibagi dalam dua sif kerja," ujarnya.

Ia mengungkapkan, penambahan ini akan mengurangi beban kerja para penggali makam yang rentan terpapar Covid-19 saat melaksanakan tugasnya.

Baca Juga : Banyak Kiriman Jenazah Covid-19, TPU Bambu Apus Atur Strategi Liang Lahat

"Jika seharusnya satu lubang butuh waktu 1 jam untuk penggalian, karena lahannya banyak batu maka waktunya bisa bertambah antara 30 menit sampai dua jam per lubangnya," tuturnya.

(Erha Aprili Ramadhoni)

News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement