Share

Beristrikan Dokter, Bule Mualaf Asal Argentina Ini Berjualan Kebab di Pinggir Jalan

Sigit Dzakwan, iNews · Senin 01 Februari 2021 11:54 WIB
https: img.okezone.com content 2021 02 01 340 2354315 beristrikan-dokter-bule-mualaf-asal-argentina-ini-berjualan-kebab-di-pinggir-jalan-G9KA6bqXRs.jpg Foto: MNC Media

KOTAWARINGIN BARAT - Seorang bule asal Argentina jualan kebab dan nasi kebuli di pinggir Jalan Antasari, Pangkalan Bun, Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar), Kalimantan Tengah (Kalteng) menjadi viral di media sosial.

(Baca juga: Sentil Penguasa, SBY: Jika Tidak Bisa Baik, Jangan Jadi Buruk!)

Ia adalah Umar bin Abdullah (24) yang juga mualaf sejak 2013 saat dia di Argentina. Padahal istrinya yang asli warga Kotawaringin Barat berprofesi seorang dokter umum di sebuah rumah sakit swasta di Pangkalan Bun.

Saat ini, Umar tinggal di RT 24, Desa Pasir Panjang, Kecamatan Arut Selatan bersama istri dan satu anaknya.

(Baca juga: Perampokan SPBU di Bali Terencana, Polisi Ultimatum Pelaku untuk Serahkan Diri)

“Sudah sejak Juli 2020 saya berjualan kebab dan nasi kebuli di pinggir jalan dengan motor. Awalnya dulu saya mangkal di depan masjid Sirajul Huhtadin dekat pasar. Baru satu bulan mangkal di sini (Jalan Antasari depan lapangan istana kuning),” ujar Umar yang sudah mulai fasih berbahasa Indonesia kepada MNC Media, Senin (1/2/2021).

Umar mengaku mempunyai ide berjualan kebab pinggir jalan setelah melihat penjual kebab di Pangkalan Bun belum banyak dan harganya juga mahal. Untuk itu ia mencoba berjualan kebab dan nasi kebuli dengan harga murah.

“Harga kebab mini Rp5.000, yang besar Rp10 ribu, nasi kebuli per bungkus Rp10 ribu. Semua bahannya ini saya buat sendiri,” sambung Umar.

Ia tidak malu berjualan kebab di pinggir jalan menggunakan motor meski istrinya seorang dokter. Bahkan ia mengaku mertua dan istri mendukung atas usaha kulinernya ini.

“Ngapain malu, gengsi. Daripada maling atau mencuri. Mertua saya dan istri mendukung. Yang penting halal dan barokah. Cita cita saya nanti jika usaha saya laris akan menbuat food truck. Semoga saja kesampaian.. bismilllah,” suami dr Aulia ini.

Umar berjualan setiap hari mulai pukul 06.00 WIB sampai sore hari dan mangkal di depan lapangan tugu Istana Kuning. “Sehari paling sepi 20 kebab terjual, kalau rame bisa 30 kebab. Nasi kebuli sekitar 20-25 bungkus,” ujar ayah Maryam yang berumur 1 tahun.

Di sela sela berjualan, Umar juga selalu meluangkan waktu untuk mengaji dan tak lupa menjalankan salat lima waktu. “Ya pas tidak ada pembeli saya luangkan waktu untuk mengaji, kalau ada suara adzan langsung sholat di masjid. Ini bekal saya nanti di akhirat.”

Ia pun penceritakan pertama kali ke Indonesia pada 2017. Berawal untuk memperdalam agama Islam setelah dia menjadi mualaf. Sebab di Argentina warga yang beragama Islam sangat sedikit. Makanya ia memilih Indonesia untuk memperdalam agama Islam karena penduduknya mayoritas muslim.

Baca Juga: Dukung Pengawasan Sumber Daya Kelautan dan Perikanan, Kabupaten Morowali Hibahkan Tanah ke KKP

“Saya seorang mualaf sejak 2013 saat masih di Argentina. Saya dulu seorang Katolik. Awal masuk Indonesia sekitar tahun 2017 untuk belajar agama Islam di Yogyakarta. Sebelumnya pernah ke Selandia Baru, Australia dan saya melihat Indonesia mayoritas beragama muslim. 2018 baru masuk Kalimantan.”

Selama di Pangkalan Bun Kalteng Umar banyak berkenalan denhan para ustaz dan ulama. Dan dari situlah kenal dengan mertua.

“Pada 2018 bulan Febuari tiba diPangkalan Bun, saya menikah Agustus 2018, istri saya asli pangkalan bun namanya Aulia (28), saya sudah diberi 1 anak permpuan bernama Maryam. Sampai sekarang saya masih warga negara Argentina. Tapi jika nanti semua syarat selesai saya pasti akan menjadi WNI,” pungkasnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini