Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Ganjar Usul Semua Daerah di Jawa-Bali Diberlakukan PPKM

Taufik Budi , Jurnalis-Senin, 01 Februari 2021 |04:56 WIB
Ganjar Usul Semua Daerah di Jawa-Bali Diberlakukan PPKM
Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo. (Dok Humas Pemprov Jateng)
A
A
A

SEMARANG - Presiden Joko Widodo (Jokowi) menyebut Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) jilid pertama tidak efektif menekan angka penyebaran Covid-19 di Indonesia. Untuk itu, Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo mengusulkan seluruh kabupaten/kota di Jawa-Bali melakukan PPKM serentak.

"Memang PPKM jilid pertama itu tidak efektif, maka ada PPKM jilid kedua. Evaluasi malam ini, sekarang tinggal seminggu dan dirasa dampaknya kurang. Saya usulkan kepada pemerintah pusat, untuk seluruh kabupaten/kota di Jawa-Bali semuanya ikut PPKM," kata Ganjar usai mengikuti rakor dengan Menko Marinvest Luhut Binsar Pandjaitan di ruang rapat gedung A, Minggu (31/1/2021) malam.

Dalam rapat yang diikuti jajaran Forkompimda dan sejumlah menteri kabinet Indonesia Maju itu, Ganjar menegaskan, PPKM di seluruh kabupaten/kota Jawa Bali diyakini akan memberikan dampak positif. Sebab, semua akan bergerak bersama-sama untuk berpartisipasi menekan angka penyebaran Covid-19.

Langkah tersebut, lanjut dia, sudah dilakukan Jawa Tengah. Saat awal PPKM, awalnya hanya ada tiga daerah yang diusulkan menerapkan kebijakan itu, yaitu Semarang Raya, Solo Raya, dan Banyumas Raya.

Baca Juga : Epidemiolog Sebut PPKM Tak Efektif Atasi Covid-19, Harusnya Lockdown!

"Tapi respons seluruh bupati/wali kota di Jateng bagus dan semuanya ikut menerapkan. Sebab, mereka menganggap ini penting dan butuh partisipasi semuanya. Jadi, memang harus seperti itu," ucapnya.

Ganjar juga menyampaikan, pelaksanaan PPKM jilid pertama di Jateng sudah menunjukkan hasil positif. Dari tingkat penanganan rumah sakit, saat ini Bed Occupacion Rate (BOR) atau angka rata-rata keterisian tempat tidur di rumah sakit Jateng berada di bawah 60 persen.

Baca Juga : Jokowi Sebut Penerapan PPKM Tak Tegas dan Tak Konsisten

"Jadi capaiannya muncul dari sisi penanganan kesehatan. Tempat tidur isolasi dan ICU semuanya terkendali. Bahkan untuk tempat isolasi terpusat yang kami sediakan, sampai hari ini tidak pernah penuh," tuturnya.

(Erha Aprili Ramadhoni)

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement