Warga Muslim dan Kristen Gotong Royong Bangun Masjid, Gereja yang Hancur Akibat Ulah ISIS

Agregasi BBC Indonesia, · Sabtu 06 Februari 2021 05:47 WIB
https: img.okezone.com content 2021 02 06 18 2357445 warga-muslim-dan-kristen-gotong-royong-bangun-masjid-gereja-yang-hancur-di-tangan-isis-0itGhrAus6.jpg Warga Muslim dan Kristen gotong royong membangun masjid dan gereja (Foto: Reuters)
  • Di antara puing, ada harapan

Para pekerja membangun kembali masjid dan gereja secara berhati-hati. Sebisa mungkin mereka menggunakan material asli.

Selain merestorasi masjid al-Nuri, Unesco juga membangun kembali gereja al-Saa'a dan al-Tahera.

Di kompleks gereja al-Saa'a para pekerja membersihkan bangunan dari mortir, ranjau darat, dan beberapa jasad warga. Ketika menguasai Mosul, para petempur ISIS menggunakan gereja ini sebagai salah satu kubu pertahanan.

Kepada wartawan BBC, Omar Ali, salah satu koordinator Unesco mengatakan masih terlihat jejak-jejak keberadaan ISIS.

"Anda bisa melihat tali-tali ... kami mendengar laporan bahwa mereka menggantung orang-orang di sini," kata Ali. Ia mengatakan Mosul saat ini dalam proses penyembuhan.

"Kehidupan di sini berangsur-angsur kembali normal," kata Ali.

Bagi Romo Emmanuel Raed Adel restorasi tempat ibadah di Mosul adalah salah satu kabar yang paling menggembirakan.

Ia, bersama banyak warga Kristen lain, meninggalkan Mosul untuk menyelamatkan diri ketika ISIS menguasai kota pada 2014.

Romo Adel kembali ke Mosul dan aktif terlibat dalam proyek restorasi tak lama setelah pertempuran berakhir. Gerejanya, al-Bishara, kini sudah berfungsi normal.

Paus Fransiskus telah mengumumkan akan berkunjung ke Mosul pada Maret 2021. Di antaranya, Paus akan berkunjung ke masjid al-Nuri dan beberapa gereja di kota ini.

"Kami sangat senang ketika mendengar Paus Fransiskus akan berkunjung ke Irak. Kami lebih berbahagia lagi karena Paus rencananya akan berkunjung ke Mosul. Ada banyak puing-puing di kota ini, namun di antara puing-puing ini ada juga harapan," kata Romo Adel.

"Ada juga aspirasi dan koeksistensi yang damai," katanya.

(sst)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini