TANGERANG - Sistem digitalisasi PCR dan Rapid tes untuk pelaku perjalanan di Bandara Soekarno-Hatta (Soetta), Tangerang, Banten, dilaporkan tidak dapat diakses oleh Health Alert Card (EHAC).
Sehingga, faskes dilaporkan mengeluarkan surat keterangan dalam bentuk kertas. Tidak hanya itu, hal ini juga dilaporkan berdampak pada antrian di bandara, pada saat validasi suket PCR dan rapid test.
(Baca juga: Selayang Pandang Kiyai Atabik Ali, Sahabat Lama Wapres Ma'ruf di Pesantren Krapyak)
Namun, hal itu dibantah oleh Kepala Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP) Bandara Soetta Darmawali Handoko. Kata dia, tidak ada antrean penumpang akibat terjadinya sistem error layanan tersebut.
"Tidak. E hac tetap jalan. Itu untuk QR-nya. Jadi kalau terganggu, dilakukan dengan validasi manual," kata Handoko, kepada MNC Portal, di Bandara Soetta, Tangerang, Sabtu (6/2/2021).
Gangguan PCR dan rapid test di Bandara Soetta, menyebabkan pelaku perjalanan tidak dapat mengakses kartu kewaspadaan atau EHAC. Pihak KKP pun meminta agar dikonfirmasi langsungke vendornya.
"Ke vendornya mas. Saat ini tidak ada penambahan yang validasi masih seperti biasanya. Karena yang digitalisasi belum terlalu banyak, di lapangan yang validasi tidak ada perubahan," pungkasnya.
Sementara itu, pihak pengelola Bandara Soetta, yakni PT Angkasa Pura (AP) II masih belum berhasil dikonfirmasi. Sejumlah pejabat terkait yang dihubungi pun masih belum memberikan jawaban.
(Fahmi Firdaus )
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.