Libatkan Jaga Warga, PTKM di DIY Diperpanjang hingga 23 Februari 2021

Priyo Setyawan, Koran SI · Minggu 07 Februari 2021 06:37 WIB
https: img.okezone.com content 2021 02 07 510 2357867 libatkan-jaga-warga-ptkm-di-diy-diperpanjang-hingga-23-februari-2021-wlTdvNhRUl.jpg Gubernur DI Yogyakarta Sri Sultan Hamengkubuwono X (Foto: Okezone)

YOGYAKARTA - Pemda Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) akan memperpanjang penerapan pengetatan secara terbatas kegiatan masyarakat (PTKM), yaitu mulai 9-23 Februari 2021. PTKM sendiri pertama kali dilaksanakan 11-25 Januari 2021 dan diperpanjang 26 Januari-8 Februari 2021. Namun, ada yang berbeda dari perpanjangan PTKM mendatang, yakni dalam pengawasannya secara mikro untuk mencegah Covid-19.

Perpanjang ini berdasarkan hasil pertemuan lima propinsi di Jawa dan Bali bersama Presiden Joko Widodo (Jokowi) Kamis 4 Februari 2021. Dalam pertemuan itu, implementasi PPKM dinilai belum efektif meminimalisir angka penularan Covid-19 di daerah yang menerapkannya. Sebab, meski mampu mengurangi tapi belum terlalu signifikan.

“Sesuai arahan Presiden, DIY dan provinsi lain diminta memperpanjang PTKM dengan pengawasan secara mikro,” kata Gubernur DIY, Sultan Hamengku Buwono (HB) X usai bertemu Bupati dam Walikota se-DIY di Kompleks Kepatihan Yogyakarta, Sabtu (6/2/2021).

Baca Juga:  Langgar Jam Malam, Ratusan Pemuda di Malang Dites Swab Antigen

Sultan menjelaskan dengan konsep mikro, bupati dan wali kota di DIY diminta memperketat pengawasan mobilitas masyarakat di tingkat bawah, yakni dari RT dan RW, padukuhan dan kalurahan. Kalurahan diminta membuat posko bersama yang melibatkan semua pihak melalui Jaga Warga. Dengan langkah ini harapan tren kasus Covid-19 yang saat ini sudah masuk ke klaster keluarga dan lingkungan dapat diminimalisir.

“Melalui Jaga Warga, gerakan bersama semua warga dalam menjaga keamanan, ketenteraman, ketertiban, dan kesejahteraan masyarakat di masa pandemi ini diharapkan dapat memutus mata rantai penularan Covid-19,” paparnya.

Selain mengaktifkan pengawasan di tingkat mikro, Pemda DIY juga fokus pada perekonomian DIY agar tidak semakin terpuruk. Yaitu dengan memperpanjang jam operasional. "Jika dalam PTKM sebelumnya pars pelaku ekonomi diperbolehkan membuka usahanya hingga pukul 20.00 WIB, pada PTKM mikro nanti jam operasionalnya hingga pukul 21.00 WIB," jelas Sultan.

Namun, masyarakat tetap harus tertib mentaati protokol kesehatan (prokes) Covid-19, termask tidak berkerumun di tempat-tempat keramaian dan tempat usaha,.

Baca Juga:  Suami Wali Kota Tanjungpinang Positif Covid-19

Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DIY, Biwara Yuswantana menambahkan untuk Jaga Warga dalam penerapan prokes dan mobilitas warga. akan ada pemetaan zona-zona penularan Covid-19 hingga ke tingkat padukuhan. Dimana yang zona hijau, kuning, orange dan merah berbeda penerapannya.

“Seperti untuk padukuan jika sudah zona merah harus karantina wilayah,” tambahnya.

Secara akumulasi kasus Covid DIY Sabtu (6/2/2021), terkonfirmasi tercatat ada 23.403 kasus. Dari jumlah ini, kasus aktif sebanyak 6.290 orang, sembuh 16.576 orang dan meninggal dunia 537 orang.

(Ari)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini