Upaya Kudeta Haiti Digagalkan, Setidaknya 23 Orang Ditangkap

Rahman Asmardika, Okezone · Senin 08 Februari 2021 10:57 WIB
https: img.okezone.com content 2021 02 08 18 2358379 upaya-kudeta-haiti-digagalkan-setidaknya-23-orang-ditangkap-sdJtPnkXUP.jpg Foto: Reuters.

PORT AU PRINCE - Presiden Haiti Jovenal Moise mengatakan bahwa upaya pembunuhan atas dirinya, dan penggulingan kekuasaan telah digagalkan. Pengumuman tersebut disampaikan di tengah perselisihan terkait akhir masa jabatannya.

Setidaknya 23 orang ditangkap, termasuk seorang hakim tinggi dan seorang perwira polisi senior, kata pihak berwenang.

Presiden Jovenal Moïse menegaskan masa jabatannya berakhir pada Februari 2022.

BACA JUGA: Dokter Pimpinan Rumah Sakit Haiti Diculik di Tengah Kondisi Darurat Corona

Tetapi lawannya mengatakan masa jabatan itu selesai pada Minggu (7/2/2021). Para pengunjuk rasa turun ke jalan di Ibu Kota Port-au-Prince dan kota-kota lain karena Moise menolak untuk mundur.

Ada bentrokan dengan polisi, yang menanggapinya dengan gas air mata.

"Kami tidak dapat menerima bahwa Jovenel Moïse melanggar konstitusi negara," kata seorang pengunjuk rasa, Etienne Jean Daniel sebagaimana dilansir BBC. "Kami menuntut agar konstitusi dihormati."

Pejabat keamanan mengatakan telah terjadi "percobaan kudeta" dan uang tunai serta senjata - termasuk senapan serbu, senapan mesin dan parang, disita saat penangkapan dilakukan.

"Saya berterima kasih kepada kepala keamanan saya di istana. Tujuan dari orang-orang ini adalah untuk mengobrak-abrik hidup saya," kata Presiden Moïse. "Rencana itu digagalkan."

Setelah pemilihan legislatif ditangguhkan pada 2019, Presiden Moïse sekarang berada di tahun kedua masa pemerintahannya melalui keputusan. Bahkan jika dia berhasil menghindari penggulingan, kemungkinan besar akan ada protes lebih lanjut, catat koresponden kami.

BACA JUGA: Polisi dan Tentara Haiti Bentrok, 2 Orang Tewas

Haiti adalah negara termiskin di Amerika Latin dengan sekitar 60% populasinya hidup di bawah garis kemiskinan.

Sekelompok senator AS, dalam sebuah surat kepada Menteri Luar Negeri Antony Blinken, telah meminta pemerintahan Biden untuk menarik dukungan Washington untuk Presiden Moïse.

(dka)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini