Kyuta Kumagai, Bocah 10 Tahun, Juara Sumo dengan Mimpi Besar

Agregasi VOA, · Selasa 09 Februari 2021 06:57 WIB
https: img.okezone.com content 2021 02 09 18 2358917 kyuta-kumagai-bocah-10-tahun-juara-sumo-dengan-mimpi-besar-Jpcf7XHWAz.jpg Kyuta Kumagai (10 tahun) sedang berlatih sumo (Foto: Reuters)

JEPANG - Kyuta Kumagai baru berusia 10 tahun, tapi ukuran tubuh anak laki-laki Jepang ini dua kali lebih besar dibanding anak-anak seusianya.

Kyuta, yang merupakan juara sumo, sudah biasa bergulat dengan orang-orang yang lebih tua. Dia latihan bersama ayahnya dan bercita-cita mendominasi olahraga yang populer di negara itu.

Pada usia 10 tahun, Kyuta sudah menjadi juara dunia sumo. Dia berbobot 85 kilogram, makan 4.000 kalori per hari, dan mengalahkan pegulat yang berusia lima dan enam tahun lebih tua.

"Rasanya senang bisa mengalahkan orang-orang yang lebih tua dari saya," katanya kepada Reuters.

Kyuta berlatih enam hari seminggu di sebuah kuil, mengangkat beban dan melatih kelenturannya. Terkadang dia kehabisan napas, terluka dan menangis. Ayahnya, Taisuke Kumagai, mendaftarkan puteranya mengikuti turnamen pertamanya ketika Kyuta masih duduk di taman kanak-kanak.

"Saya tidak mengajarinya. Dia bisa melakukan banyak hal secara alami. Dia punya bakat sumo. Dia menang turnamen. Saya pikir dia mungkin punya bakat spesial," jelas Taisuke.

(Baca juga: Kudeta Myanmar, Pemimpin Militer Janji Akan Gelar Pemilu Ulang yang Demokratis)

Taisuke dan keluarganya diketahui pindah ke sebuah wilayah di Tokyo yang terkenal menghasilkan pegulat-pegulat sumo.

Latihan sumo tidak murah, tapi Taisuke mengatakan daripada uangnya dihabiskan untuk berjudi, dia lebih baik membiayai puteranya. Dia juga mengatakan Kyuta harus menambah berat badan 20 kilogram lagi dalam dua tahun mendatang ketika masuk SMP. Dia berharap sebuah kamp latihan sumo mau menerima puteranya.

(Baca juga: ISIS Lakukan 2.000 Serangan Teror di Irak dan Suriah, Pemenggalan, Penculikan hingga Pemerasan)

Kini, Kyuta berlatih dengan mantan pegulat sumo profesional, Shinichi Taira.

"Dia punya bakat yang bagus. Dia pekerja keras, dan orangtuanya sangat antusias. Saya pikir itu sebabnya dia memenangkan kompetisi nasional. Masa depannya akan sangat menarik," jelas Shinichi.

Sementara itu, Direktur Institut bagi Studi Olahraga Pemuda di Universitas Michigan, Dr. Daniel Gould mengatakan kepada VOA, orangtua yang mendorong anak-anak dalam bidang olahraga, harus mempertimbangkan banyak hal, selain kemenangan dalam kompetisi.

"Kami selalu memberitahu orangtua, Anda harus memikirkan anak-anak. Perkembangan kognitif mereka sudah sejauh mana? Bagaimana perkembangan emosional dan sosialnya? Perkembangan fisiknya? Apabila Anda ingin mereka berlatih dalam suatu kelompok usia, kirim mereka untuk latihan. Anda harus melihat ketiga faktor itu dulu dan pastikan ketiganya telah terpenuhi," kata Dr. Daniel Gould.

Dr. Gould mengatakan keputusan semacam itu seharusnya didorong oleh atlet muda itu sendiri.

(sst)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini