Banyak Anak Diculik dan Dibeli, Belanda Tunda Adopsi Internasional

Agregasi VOA, · Selasa 09 Februari 2021 07:14 WIB
https: img.okezone.com content 2021 02 09 18 2358923 banyak-anak-diculik-dan-dibeli-belanda-tunda-adopsi-internasional-h5PqQ1QtTo.jpg Belanda tunda adopsi internasional (Foto: Reuters)

BELANDA - Belanda menangguhkan adopsi  internasional setelah komisi pemerintah menemukan sejumlah anak diculik atau dibeli dari orangtua kandung mereka dalam kasus-kasus yang terjadi sejak 1960-an.

Komisi itu dibentuk di bawah tekanan dari semakin banyaknya anak adopsi yang sudah dewasa. Mereka mulai meriset asal-usul mereka dan seringkali mendapati bahwa akta kelahirannya telah dipalsukan atau hilang, atau bahwa adopsi mereka ilegal.

Komisi itu mempelajari adopsi dari Bangladesh, Brazil, Kolombia, Indonesia dan Sri Lanka dari 1967 hingga 1998.

(Baca juga: Kyuta Kumagai, Bocah 10 Tahun, Juara Sumo dengan Mimpi Besar)

Para orangtua Belanda mengadopsi sekitar 40.000 anak dari 80 negara dalam 50 tahun belakangan. Praktik itu telah berkurang dalam beberapa tahun belakangan. Hanya 145 anak yang diadopsi pada 2019.

Dalam beberapa kasus yang paling rumit, anak-anak yang diadopsi lewat perantara didapati telah diculik atau dibeli dari orangtua kandung mereka di bawah tekanan.

Menteri Perlindungan Hukum Sander Dekker, Senin (8/2) mengatakan terlepas dari reformasi baru-baru ini, "masih banyak yang tak terpantau di beberapa negara asing."

(Baca juga: Kudeta Myanmar, Pemimpin Militer Janji Akan Gelar Pemilu Ulang yang Demokratis)

"Saya paham ini akan menyakitkan bagi sebagian orang, tapi jangan lupa alasan di balik keputusan ini: dengan menangguhkan adopsi, kita melindungi anak-anak dan orangtua kandung mereka," katanya.

Dia mengatakan terserah kepada pemerintahan baru mendatang untuk memutuskan apakah suatu sistem adopsi asing yang baik bisa dirancang sehingga tidak disalahgunakan.

(sst)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini