WHO: Tak Ada Bukti Wabah Covid-19 di Wuhan Sebelum Desember 2019

Agregasi VOA, · Rabu 10 Februari 2021 05:47 WIB
https: img.okezone.com content 2021 02 10 18 2359520 who-tak-ada-bukti-wabah-covid-19-di-wuhan-sebelum-desember-2019-NeKLZAQhk8.jpg Tim WHO di Wuhan menggelar konferensi pers pada Selasa (9/2) (Foto: Reuters)

WUHAN - Ketua tim pakar internasional Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) yang menginvestigasi asal usul Covid-19 di China menyatakan mereka tidak melihat ada bukti wabah besar-besaran penyakit itu sebelum ditemukan pada Desember 2019 di Kota Wuhan.

Pakar penyakit-penyakit virus EHO, Peter Ben Embarek mengatakan temuan timnya mengindikasikan Covid-19 mungkin berasal dari kelelawar, tetapi kemungkinannya kecil kelelawar ditemukan di Wuhan.

Tim itu mengunjungi Pasar Ikan Huanan di Wuhan, yang semula diduga sebagai episentrum wabah, Wuhan Institute of Virology dan laboratorium di fasilitas-fasilitas pemerintah, termasuk Pusat Pengendalian Penyakit Wuhan.

(Baca juga: Irak Gantung Lima Terpidana Terorisme)

Melalui konferensi pers pada Selasa (9/2), Embarek mengatakan teori bahwa virus itu dibocorkan dari sebuah laboratorium sangat kecil kemungkinannya, dan bahwa timnya tidak akan menginvestigasinya lebih lanjut.

Embarek mengatakan jalur yang paling mungkin bagi penyebaran virus itu adalah persilangan ke manusia dari spesies perantara, yang ia katakan “mungkin sangat rumit.” Ia juga mengatakan gagasan jika Covid-19 dapat ditularkan melalui perdagangan produk beku mungkin benar.

Sementara itu, pakar di Komisi Kesehatan China, Dr. Liang Wannian, mengatakan virus corona mungkin telah beredar di daerah-daerah lain sebelum pada akhirnya resmi diidentifikasi di Wuhan.

(Baca juga: Sidang Pemakzulan Trump Dimulai dengan Debat)

Diketahui, WHO mengirim Embarek dan timnya yang beranggotakan 10 orang ke Wuhan bulan lalu untuk melacak sumber virus, yang telah menewaskan lebih dari 2,3 juta orang dari 106 juta lebih orang yang terinfeksi di seluruh dunia.

Pada Senin (8/2), WHO menyatakan keprihatinan mengenai laporan baru bahwa vaksin terhadap virus corona mungkin tidak cukup memberi perlindungan terhadap varian baru.

(sst)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini